BERITA UTAMADaerahEkonomi & BisnisHUKRIMKesehatanPEMERINTAHANPENDIDIKANTAG

Senator Lia Istifhama: Koperasi Desa Merah Putih Jadi Instrumen Strategis Ketahanan Bangsa

×

Senator Lia Istifhama: Koperasi Desa Merah Putih Jadi Instrumen Strategis Ketahanan Bangsa

Share this article

RADARTEMPO.ID SURABAYA – Dinamika geopolitik global kembali menjadi sorotan dunia. Situasi memanas pasca wafatnya Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan udara di Teheran, Iran, pada 1 Maret 2026. Peristiwa tersebut memicu ketegangan kawasan dan berdampak luas, termasuk terganggunya penerbangan di sejumlah negara Timur Tengah.

Atensi publik pun menguat, termasuk dari Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama. Ia menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut, sembari menekankan pentingnya sikap saling menghormati antarbangsa dan antarumat beragama.

“Hal pertama tentu ini menjadi keprihatinan dan kedukaan bersama. Kita harus menghormati semua agama, termasuk pemimpin agama. Beliau adalah salah satu ulama besar di era kontemporer,” ujarnya, Senin (3/3/2026).

Menurut Lia, memanasnya geopolitik global bukanlah fenomena baru dalam sejarah peradaban dunia. Keragaman, heterogenitas, serta perbedaan kepentingan antarbangsa selalu menjadi bagian dari dinamika global yang berpotensi memicu konflik.

“Peradaban dunia selalu menyajikan dinamika sosial yang membuka ruang perdebatan hingga potensi peperangan. Ini merupakan konsekuensi perkembangan zaman yang diwarnai perbedaan kepentingan,” jelasnya.

Namun demikian, Lia menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh hanya menjadi “penonton” dalam situasi global. Negara harus memperkuat fondasi internal agar tetap aman, berdaulat, dan stabil.

“Yang harus menjadi fokus kita adalah membangun kekuatan dari dalam. Ketahanan bangsa tidak hanya ditentukan oleh militer, tetapi juga oleh kemandirian ekonomi rakyat yang tumbuh dari akar masyarakat,” tegasnya.

Ramai dibaca :  Kapolres Kediri Kota Gelar Silaturahmi Natal 2025, Perkuat Kebersamaan dan Toleransi

Lia menilai penguatan ekonomi berbasis kerakyatan menjadi kunci utama dalam menciptakan ketahanan nasional berkelanjutan.

Peran UMKM dan pemberdayaan ekonomi masyarakat diyakini mampu membangun kesejahteraan yang dimulai dari unit terkecil, yakni keluarga.

Ia menyebut konsep Koperasi Desa Merah Putih sebagai instrumen strategis yang menghubungkan kearifan lokal dengan sistem ekonomi produktif. Menurutnya, koperasi bukan sekadar lembaga ekonomi, tetapi juga ruang pemberdayaan dan solidaritas sosial.

“Ketika ekonomi keluarga kuat, maka bangsa ini juga kuat. Koperasi desa menjadi fondasi penting untuk memastikan masyarakat produktif, mandiri, dan memiliki daya tahan menghadapi tekanan global,” ungkap Lia.

Menurutnya, stabilitas sosial akan terjaga ketika masyarakat di lapisan bawah memiliki ketahanan ekonomi. Orang tua mampu memenuhi kebutuhan pendidikan anak, menjaga kesehatan keluarga, serta membangun kualitas hidup yang lebih baik. Dari fondasi inilah ketahanan nasional terbentuk secara alami.

Selain ekonomi, Lia juga menyoroti pentingnya penguatan sektor pertahanan negara. Ia menilai langkah Prabowo Subianto dalam mendorong penguatan militer hingga ke tingkat wilayah sebagai strategi yang sejalan dengan konsep ketahanan nasional berbasis lokal.

Baginya, pertahanan negara tidak hanya bertumpu pada pusat, tetapi juga harus tumbuh dari daerah dengan melibatkan potensi lokal. Sinergi antara kekuatan militer dan kemandirian ekonomi rakyat dinilai mampu menciptakan sistem perlindungan negara yang komprehensif.

“Penguatan di tingkat wilayah menunjukkan bahwa pertahanan dibangun secara menyeluruh. Ketika ekonomi rakyat kuat dan sistem pertahanan kokoh, Indonesia memiliki daya tahan tinggi menghadapi dinamika global,” tegasnya.

Ramai dibaca :  Jembatan Perintis Garuda di Desa Mangkusip Rampung, Warga Sampaikan Terima Kasih kepada Presiden dan TNI

Lia menambahkan, Indonesia memang tidak dapat sepenuhnya menghindari dampak situasi global. Namun bangsa ini memiliki modal besar berupa kearifan lokal, kekuatan sosial, serta semangat gotong royong yang menjadi tameng menghadapi berbagai krisis.

Dengan memperkuat koperasi desa, UMKM, dan pertahanan wilayah, ia optimistis Indonesia mampu menjaga stabilitas nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

“Ketahanan bangsa bukan hanya soal menghadapi ancaman dari luar, tetapi memastikan rakyat hidup sejahtera, mandiri, dan memiliki rasa aman dalam segala aspek kehidupan,” pungkasnya.

ANIL

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Konten dilindingi !!