Jakarta – Radartempo.id Di tengah dunia yang semakin membutuhkan empati, Maria Monique Remembered (Mengenang Maria Monique) 2026 kembali menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak mengenal usia maupun batas negara.
Keterangan pers Maria Monique Last Wish Foundation (MMLWF), Senin (29/6) menyebutkan, dalam rangka memperingati Maria Monique Remembered pada 5 Juli 2026, yayasan itu akan menghadirkan sebuah gerakan kemanusiaan di Jakarta yang mempertemukan generasi muda Indonesia dan dunia untuk berbagi kasih kepada penyandang disabilitas.
Para remaja itu bukan sekadar relawan. Mereka adalah pemimpin muda dengan prestasi di bidang akademik, seni, olahraga, dan inovasi yang memilih menjadikan kepedulian sebagai bagian dari perjalanan hidup mereka.
Maria Monique itu sendiri adalah sosok anak yang menjadi inspirasi berdirinya yayasan kemanusiaan MMLWF yang sampai sekarang aktif membantu disabilitas dan keluarga kurang mampu.
Maria Monique adalah seorang anak yang meninggal pada 2006 karena infeksi paru akibat bakteri. Ia dijuluki “Miracle Child” karena sempat “meninggal” dua kali dan hidup kembali sebelum akhirnya wafat kembali. Ibunya, Natalia Tjahja kemudian mendirikan yayasan kemanusiaan MMLFFW pada 22 Desember 2006 untuk mengenang Maria Monique.
Disebutkan, khusus dalam rangka memperingati Maria Monique 2026, dari Jakarta hadir Jadrianna Aletta Sutrisno, Christian Kertawiguna, Xenia Malika Djajadiningrat, Citta Suvana Ramli, dan Nathan Kenichii Christanto.
Sebagai Lead Youth Leader 100 CTFP Indonesia 2026, Jadrianna Aletta Sutrisno, pendiri Rumah Inovasi dan Cita Kita, mendukung program MMLWF bertajuk tabungan emas bagi empat perempuan penyandang disabilitas yang kehilangan anak akibat penyakit kritis di Jepara dan Cilacap. Jadrianna juga merupakan peraih Gold Award Innovation Science 2026.
CTFP itu sendiri adalah Celebrities Talk for Para Athletes, yakni pesan para tokoh dunia untuk atlet difable di seluruh dunia. Di bidang inklusi, Xenia Malika Djajadiningrat, Lead Youth Leader Inclusion 100 CTFP 2026 sekaligus ilustrator film Movie Boccia Scene Malaysia mendukung program bertajuk ‘Kursi roda Cahaya Hidupku’ untuk para kaum difabel di Yogyakarta.
Sementara itu, Citta Suvana Ramli, penerima beasiswa National Cheng Kung University, Taiwan, menghadirkan Happiness Gift bagi seorang anak penyandang tumor sebagai simbol bahwa perhatian kecil dapat menghadirkan harapan besar.
Semangat yang sama ditunjukkan Nathan Keniichi Christanto. Selain mendonasikan kursi roda bagi seorang anak penyandang disabilitas dengan tunagrahita di Semarang, Nathan juga mengajak sejumlah tokoh Indonesia, termasuk Yasa Singgih untuk menyampaikan pesan inspiratif dalam program 100 CTFP.
Pada kesempatan terpisah, Christian Kertawiguna turut mengajak sejumlah artis Nagaswara, yaitu Duo Anggrek, Andy Merpati, Andrigo dan Inas Hafizah untuk menjadi bagian dari gerakan tersebut melalui pesan dukungan bagi Asian Para Games Aichi-Nagoya yang akan berlangsung pada Oktober mendatang.
Dari Semarang, B. Brian Andika, Elisabeth Eka Rahma, dan Emmanuel Oktavian Dwi Pamungkas mendonasikan dua kursi roda kepada dua lansia penyandang disabilitas di Gunung Kidul.
Gerakan ini juga melibatkan mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di luar negeri. Daniella R. Citra di London mendukung program ‘ Kursi Roda Cahaya Hidupku ‘ untuk lima orang penyandang disabilitas di Aceh.
Darlene Zhang di Melbourne memberikan Happiness gift kepada keluarga penyandang disabilitas di Padang. Sementara Laetitia Purawinata, yang menempuh studi di Los Angeles, mendonasikan sebuah kursi roda bagi seorang lansia di Sragen.
Salah satu sosok yang paling mencuri perhatian datang dari Dubai. Alessandra Giannetto , gadis berusia 11 tahun berdarah Kroasia-Italia, dipercaya sebagai Children Inspiration Leader 100 CTFP World 2026.
Di usianya yang masih sangat muda, Alessandra mendukung program ‘Hidup Sehat dan Medicalnya’ untuk lima lansia yang berkebutuhan khusus di Jepara, Gunung Kidul dan Pekalongan.
Prestasi Alessandra mengesankan, mulai dari Best Tennis Player Award 2025 (DBSEH), Dubai STEM Olympiad – Best Prototype Award 2025, Distinction Award for Piano, Merit Award for Singing, hingga Queen Elizabeth’s School Dubai Scholarship Award 2026/2027.
Di dunia hiburan dan seni, baru-baru ini keluarga besar 100 CTFP kembali bertambah. Pianis maestro dunia Rueibin Chen resmi bergabung sebagai keluarga 100 CTFP. Bahkan, Rueibin Chen juga mengajak Natalia Tjahja untuk berkolaborasi dalam sebuah proyek lagu berskala dunia.
Bergabung pula aktor muda asal Kamboja yang tengah bersinar, TK Meng. Menyusul kemudian pemeran Nathan dan Hana dalam film Love Contract CEO, yaitu Denny Howman( Man of The World Indonesia 2026) dan Gladys Lazarus yang juga menjadi bagian dari keluarga besar 100 CTFP.
“Saya senang terpilih menjadi Lead Rising Star Female Celebrity 100 CTFP Indonesia 2026 dan saya akan kenalkan 100 CTFP, the best I can do” kata Gladys Lazarus.
Keterangan Foto:
Denny Howman dan Gladys Lazarus, pemeran Nathan and Hana dalam film Love Contract CEO. Mereka menjadi bagian dari keluarga besar 100 CTFP (Foto: Dok. MMLWF)/(*rls Aat/zir)












