MAKASSAR Sulsel……….. — Pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) ke-8 Ikatan Kekerabatan Masyarakat (IKM) Sidenreng Rappang (Sidrap) yang berkolaborasi dengan Ikatan Sarjana Asal Sidrap (ISA) sukses digelar. Momentum sakral bagi warga pemudik dan diaspora asal Sidrap ini berlangsung meriah di Hotel Unhas & Convention Center, Makassar, pada Sabtu, 20 Juni 2026.
Kegiatan akbar ini tidak sekadar menjadi seremonial organisasi lima tahunan semata. Pertemuan tersebut sukses menjelma menjadi ajang silaturahmi yang hangat sekaligus ruang konsolidasi strategis bagi seluruh warga Sidrap untuk memperkuat kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah tercinta.
Puncak dari dinamika Mubes ke-8 ini melahirkan sejarah baru bagi kepemimpinan IKM Kab. Sidrap. Secara aklamasi, forum sepakat mempercayakan tongkat estafet kepemimpinan kepada figur akademisi dan praktisi kesehatan terkemuka, Prof. drg. Muhammad Ruslin, M.Kes, Ph.D, Sp.BMMF, Subsp.O.M(K).
Terpilihnya Prof. Muhammad Ruslin sebagai Ketua IKM Kab. Sidrap periode 2026–2031 memicu gelombang apresiasi dan dukungan dari berbagai organisasi kemasyarakatan dan pers. Salah satu ucapan selamat yang hangat datang dari jajaran pengurus media di Sulawesi Selatan.
Ketua Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Setwil Sulawesi Selatan, Risal Bakri, secara khusus menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas amanah baru yang diemban oleh Prof. Muhammad Ruslin. Risal menilai terpilihnya sang profesor secara aklamasi menunjukkan tingginya legitimasi dan kepercayaan warga Sidrap.
Menurut Risal Bakri, proses keterpilihan yang berlangsung secara aklamasi mencerminkan kekompakan dan kesolidan yang luar biasa di tubuh IKM Sidrap. Hal ini membuktikan bahwa figur Prof. Muhammad Ruslin dianggap mampu merangkul semua elemen dan menjadi titik temu kepentingan warga Sidrap.
Risal Bakri mengungkapkan bahwa FPII Sulsel menaruh harapan yang sangat besar di bawah nakhoda baru IKM Sidrap. Organisasi ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak yang lebih agresif dalam menghimpun potensi sumber daya manusia (SDM) asal Sidrap yang tersebar di berbagai sektor.
Tujuan utama dari dukungan yang diberikan oleh FPII Sulsel ini adalah terwujudnya sinergi yang harmonis antara insan pers, organisasi kemasyarakatan, dan kepengurusan IKM Sidrap yang baru. Risal berharap komunikasi dua arah dapat berjalan lebih dinamis demi mengawal isu-isu daerah.
Lebih lanjut, Risal Bakri menekankan pentingnya peran IKM Sidrap di bawah kepemimpinan Prof. Ruslin dalam melahirkan program kerja yang visioner. Agenda evaluasi program kerja dan penyusunan arah organisasi ke depan harus berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, baik di rantau maupun di kampung halaman.
Sebagai perwakilan insan pers, Risal Bakri juga berharap IKM Kab. Sidrap periode 2026–2031 dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam hal publikasi kegiatan-kegiatan positif. Media independen siap menjadi mitra strategis untuk menyuarakan gagasan dan terobosan yang dilahirkan oleh IKM Sidrap.
Ia menambahkan bahwa latar belakang Prof. Muhammad Ruslin sebagai seorang intelektual dan wakil rektor tentu menjadi modal berharga bagi kemajuan organisasi. Pengalaman kepemimpinan beliau diharapkan mampu membawa IKM Sidrap naik kelas menjadi organisasi yang modern dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Mubes ke-8 ini dinilai menjadi fondasi kokoh untuk menyusun cetak biru (blueprint) arah organisasi ke depan. Kepengurusan baru dituntut untuk bergerak cepat merespons tantangan zaman, terutama dalam hal penguatan ekonomi warga dan pemanfaatan teknologi digital.
FPII Sulsel berkomitmen untuk terus mengawal jalannya roda kepengurusan IKM Sidrap agar tetap berada pada jalurnya sebagai pilar pemersatu. Ucapan selamat ini sekaligus menjadi simbol kemitraan yang erat antara komunitas pers independen dan paguyuban kedaerahan di Sulawesi Selatan.
Menutup pernyataannya, Risal Bakri mendoakan agar Prof. Muhammad Ruslin bersama jajaran pengurus yang akan dibentuk nanti senantiasa diberikan kekuatan, kesehatan, dan kearifan dalam menjalankan roda organisasi IKM Kab. Sidrap selama lima tahun ke depan demi kemaslahatan bersama, ungkap Risal Bakri. (Humas FPII Sulsel/Auliyaa NHR).
——












