BERITA UTAMADaerahPEMERINTAHANPeristiwa

Balita 4 Tahun Tewas Tenggelam di Kolam Penampungan Air Ladang Tembakau Sampang

×

Balita 4 Tahun Tewas Tenggelam di Kolam Penampungan Air Ladang Tembakau Sampang

Share this article

Radartempo.id — SAMPANG, Duka mendalam menyelimuti keluarga Halli (48) dan Nayirah (45), warga Desa Bluuran, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang. Anak mereka yang masih berusia empat tahun, berinisial F, meninggal dunia setelah tenggelam di kolam penampungan air di area lahan pertanian tembakau milik keluarganya, Rabu (19/8/2026) sore.

Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, Halli dan Nayirah tengah merawat tanaman tembakau di ladang. Korban yang berada di sekitar lokasi kemudian diketahui mendekati galian penampungan air untuk penyiraman tanaman, yang berjarak sekitar 100 meter dari tempat orang tuanya bekerja.

Kepanikan terjadi setelah kakak korban, Ulul (15), memberitahukan kepada kedua orang tuanya bahwa F telah jatuh ke dalam kolam penampungan air.

Halli dan Nayirah langsung bergegas menuju lokasi. Namun, sesampainya di sana, keduanya mendapati tubuh korban berada di permukaan air dalam kondisi tidak bergerak.

Kolam penampungan tersebut diketahui berukuran sekitar 1,5 meter x 2 meter dengan kedalaman air kurang lebih satu meter.

Korban kemudian dievakuasi dan dibawa untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, membenarkan kejadian tersebut. Polisi telah mendatangi lokasi, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi, serta melakukan dokumentasi.

“Petugas telah mendatangi lokasi kejadian, berkoordinasi dengan pihak tenaga kesehatan, melakukan pengumpulan bahan keterangan serta dokumentasi. Pihak keluarga menolak dilakukan visum dan menerima kejadian ini murni sebagai musibah yang dituangkan dalam surat pernyataan resmi,” ujar AKP Eko Puji Waluyo, Kamis (20/8/2026).

Ramai dibaca :  Investor Bakal Gugat LKMK Simomulyo dan Pemkot Surabaya Terkait Rencana Pembongkaran Pasar Rukun Mulyo

Sementara itu, Kapolsek Karang Penang Iptu Iwan Sahudi menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia mengingatkan para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak, terutama ketika membawa mereka ke area pertanian yang memiliki potensi bahaya.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para orang tua yang sedang menggarap lahan pertanian, agar tidak pernah melepas pengawasan terhadap anak-anak balita. Jika harus membawa anak ke ladang, pastikan mereka berada di area yang aman dan jauh dari potensi bahaya seperti galian atau kubangan penampungan air,” tegas Iptu Iwan Sahudi.

Ia juga meminta para petani memasang pengaman atau pembatas di sekitar kolam maupun galian penampungan air untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat penting bagi para orang tua dan petani agar memastikan area pertanian, khususnya yang memiliki kolam atau penampungan air terbuka, berada dalam kondisi aman bagi anak-anak.

 

Moch.fuad

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Konten dilindingi !!