Radartempo.id — SURABAYA Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Surabaya berhasil mengungkap jaringan scamming internasional yang diduga beroperasi lintas negara dan melibatkan puluhan pelaku dari berbagai kewarganegaraan. Pengungkapan kasus tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang dipimpin Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Luthfi Sulistiawan, bersama jajaran Satreskrim.
Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan sebanyak 45 tersangka yang diduga terlibat dalam praktik penipuan berbasis teknologi atau scamming dengan target korban dari berbagai negara.
Kapolrestabes Surabaya menjelaskan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus ini merupakan hasil penyelidikan mendalam yang dilakukan secara intensif dengan dukungan dan kerja sama aparat penegak hukum internasional, khususnya dari Jepang dan Taiwan.
Dari total tersangka yang diamankan, sebanyak 30 orang merupakan warga negara China, 7 warga negara Taiwan, 4 warga negara Jepang, dan 4 lainnya merupakan warga negara Indonesia (WNI).
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, para pelaku diduga menjalankan aksi penipuan melalui sarana komunikasi digital dan platform online. Modus operandi yang digunakan masih terus didalami oleh penyidik guna mengungkap jaringan yang lebih luas, termasuk kemungkinan adanya pelaku lain yang beroperasi di luar wilayah Indonesia.
Dalam pengungkapan kasus ini, Polrestabes Surabaya mendapat dukungan penuh dari kepolisian Jepang dan Taiwan melalui pertukaran informasi, data intelijen, serta koordinasi penegakan hukum lintas negara.
“Keberhasilan ini merupakan bentuk komitmen Polrestabes Surabaya dalam memberantas kejahatan siber dan kejahatan transnasional yang merugikan masyarakat serta mengancam keamanan digital,” ujar Kapolrestabes Surabaya saat konferensi pers.
Saat ini seluruh tersangka telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Penyidik juga terus melakukan pengembangan guna menelusuri aliran dana, jaringan komunikasi, serta kemungkinan keterlibatan sindikat internasional lainnya.
Pengungkapan ini menjadi salah satu kasus terbesar jaringan scamming internasional yang berhasil dibongkar di Surabaya dan menunjukkan pentingnya sinergi antarnegara dalam menghadapi perkembangan kejahatan siber yang semakin kompleks dan terorganisir.
Moch.fuad












