RADARTEMPO.ID Surabaya — Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2025, Selasa (9/12/2025), menjadi ruang refleksi bagi Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak untuk menyampaikan capaian sekaligus meneguhkan tekad dalam menjaga kepercayaan masyarakat. Di hadapan publik, Kepala Kejari Tanjung Perak, Darwis Burhansyah, S.H., M.H., menegaskan bahwa pemberantasan korupsi bukan sekadar menjalankan tugas kantor, tetapi wujud pengabdian bagi hak rakyat untuk merasakan pemerintahan yang bersih dan berkeadilan.
Acara dibuka dengan salam lintas agama, menghadirkan suasana hangat yang merefleksikan kebersamaan. Momentum ini menjadi pengingat bahwa perjuangan melawan korupsi adalah tanggung jawab seluruh elemen bangsa, tanpa memandang latar belakang.
Sepanjang tahun 2025, Kejari Tanjung Perak mengungkap capaian yang menjadi bukti nyata kerja keras jajarannya:
Penyelidikan: 7 perkara
Penyidikan: 10 perkara
Pra-penuntutan: 15 perkara
Penuntutan: 21 perkara
Eksekusi: 13 perkara
Setiap perkara, kata Darwis, dikerjakan dengan penuh kehati-hatian dan integritas, karena di balik angka-angka tersebut ada harapan masyarakat untuk hidup dalam lingkungan yang bebas dari praktik korupsi.
Selain menindak pelaku, Kejari Tanjung Perak menempatkan pemulihan kerugian negara sebagai prioritas. Sepanjang penyidikan, aset senilai Rp75.580.534.920 telah berhasil disita sebagai bagian dari proses asset recovery.
Darwis menegaskan bahwa langkah ini tidak hanya menghadirkan efek jera bagi para pelaku, tetapi juga memastikan uang negara kembali untuk kepentingan masyarakat, pembangunan, dan layanan publik yang lebih baik.
“Kami selalu ingat bahwa setiap rupiah yang diselamatkan adalah bagian dari masa depan rakyat. Itulah mengapa setiap proses kami jalankan dengan profesionalitas dan integritas,” ujar Darwis.
Press release Kejari menekankan bahwa Hakordia bukan hanya peringatan seremonial, melainkan ajakan untuk melihat kembali ke dalam diri, memperbaiki yang kurang, dan meneguhkan komitmen untuk bekerja lebih baik demi masyarakat.
Darwis juga menyampaikan terima kasih kepada rekan-rekan media, yang disebutnya sebagai mitra penting dalam menjaga transparansi dan mengedukasi publik agar bersama-sama menolak korupsi.
Acara ditutup dengan kembali mengucapkan salam lintas agama—simbol bahwa semangat melawan korupsi tumbuh dari nilai moral, kemanusiaan, dan persatuan.
Dengan seluruh capaian di tahun 2025, Kejari Tanjung Perak menyampaikan pesan bahwa pemberantasan korupsi membutuhkan hati yang bersih, keberanian yang berkelanjutan, dan konsistensi tanpa kompromi demi Indonesia yang lebih jujur, kuat, dan menyejahterakan rakyat.
Anil












