TULUNGAGUNG — Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) resmi membuka Pelatihan Kerja Tahap Dua. Program ini dirancang khusus untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas sumber daya manusia (SDM) agar mampu bersaing di pasar kerja maupun dunia wirausaha.
Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Agus Pamungkas, M.Si., menyampaikan bahwa program pelatihan ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam menekan angka pengangguran.
Melalui pembekalan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri modern saat ini, peserta diharapkan siap menjadi tenaga kerja yang produktif.
Dua Kejuruan Unggulan
Kepala UPT Balai Latihan Kerja (BLK) menjelaskan bahwa pada tahap dua ini, terdapat dua kejuruan unggulan yang dibuka untuk para peserta, yaitu Barista dan Desain Grafis.
Kedua bidang ini dipilih karena memiliki peluang kerja dan potensi bisnis mandiri yang sangat tinggi di era digital dan industri kreatif.
Berikut adalah rincian durasi dan materi pelatihan untuk masing-masing kejuruan:
Kejuruan Barista
Durasi Pelatihan: 120 jam pelajaran atau setara dengan 15 hari kerja.
Materi Kompetensi: Peserta akan mendalami 19 unit kompetensi yang mencakup teknik meracik kopi, pengoperasian mesin espresso, hingga pelayanan pelanggan.
Kejuruan Desain Grafis
Durasi Pelatihan: 240 jam pelajaran atau setara dengan 30 hari kerja.
Materi Kompetensi: Peserta akan mempelajari 5 unit kompetensi inti yang fokus pada pembuatan elemen visual, penguasaan aplikasi desain, serta penyusunan portofolio kreatif.
Uji Kompetensi dan Sertifikasi Resmi
Lebih lanjut, Kepala UPT BLK menegaskan bahwa seluruh proses pelatihan ini tidak hanya berhenti pada pemberian materi dan praktik saja. Setelah masa pelatihan selesai, masing-masing peserta diwajibkan untuk mengikuti uji kompetensi.
Uji kompetensi ini diselenggarakan bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang terakreditasi. Langkah ini diambil sebagai indikator objektif untuk mengukur sejauh mana kompetensi dan keahlian yang telah diserap oleh para peserta selama pelatihan.
Bagi peserta yang dinyatakan lulus ujian, mereka akan mendapatkan sertifikat kompetensi resmi yang diakui secara nasional, menjadi modal kuat untuk melamar pekerjaan atau memulai usaha baru. (Singgih)












