BERITA UTAMA

Dari Lukisan Hadratussyekh hingga Posko EMILIA, Jejak Ning Lia di Muktamar NU

×

Dari Lukisan Hadratussyekh hingga Posko EMILIA, Jejak Ning Lia di Muktamar NU

Share this article

JOMBANG RADARTEMPO.ID — Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, memang telah berakhir sepekan lalu. Namun, sejumlah cerita dari perhelatan akbar tersebut masih menyisakan kesan bagi mereka yang terlibat di dalamnya.

Salah satunya datang dari Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama atau yang akrab disapa Ning Lia.

Pada hari terakhir Muktamar, Ning Lia membawa pulang sebuah kenang-kenangan istimewa setelah memenangkan lelang lukisan bergambar Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama.

Lukisan tersebut menjadi oleh-oleh yang memiliki makna tersendiri. Sebab, Muktamar ke-35 bukan hanya menjadi momentum pergantian kepemimpinan di tubuh NU, tetapi juga mempertemukan banyak orang dalam semangat khidmah dan kebersamaan.

Dalam forum tersebut, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) terpilih sebagai Ketua Umum PBNU, sementara KH Miftachul Akhyar kembali dipercaya sebagai Rais Aam PBNU.

Namun, bagi Ning Lia, cerita Muktamar tidak berhenti pada forum resmi. Ada jejak kecil yang menurutnya jauh lebih penting: bagaimana kehadiran seseorang bisa memberi manfaat bagi orang lain.

Hal itu salah satunya diwujudkan melalui Posko Energi Milenial untuk Indonesia (EMILIA) yang didirikannya selama pelaksanaan Muktamar.

Posko yang berada di kawasan Perumahan Bahrul Ulum Menara Asri (BUMA) tersebut tidak sekadar menjadi tempat singgah atau menginap. EMILIA berkembang menjadi rumah kreativitas sekaligus ruang kerja bagi puluhan jurnalis Jawa Timur yang mendapat tugas meliput Muktamar.

Ramai dibaca :  Misi Kemanusiaan Hellycopter P-3303, Menembus Kesunyian Hutan Demi Sekeping Harapan

Jurnalis yang tergabung dalam Forkom Jurnalis Nahdliyin (FJN), Tim B59 atau Media Center Anggota DPD RI Lia Istifhama, hingga sejumlah jurnalis dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik, dan daerah lainnya, memanfaatkan posko tersebut untuk bekerja, berdiskusi, hingga beristirahat.

“Alhamdulillah, posko yang diinisiasi Ning Lia ini sangat membantu kerja kami para jurnalis. Posko ini tempat bekerja sekaligus beristirahat,” kata Fakhrurozi, Korlip JTV, Sabtu (5/9/2026).

Cerita lain datang dari Muhammad Ibnu Al Farabi atau Obi, jurnalis Klik Jombang. Rumah miliknya di kawasan Tambakberas dipilih Ning Lia menjadi Posko EMILIA selama Muktamar.

Obi mengaku bersyukur rumahnya dapat ikut menjadi bagian dari perhelatan tersebut. Selain mendapatkan kompensasi sewa yang layak, ia juga berkesempatan membantu rekan-rekan jurnalis yang datang dari berbagai daerah untuk menjalankan tugas peliputan.

“Sebagai warga Tambakberas Jombang, tuan rumah Muktamar NU, saya bangga bisa melayani teman-teman jurnalis selama pelaksanaan Muktamar. Selain itu, saya juga mendapat kompensasi materi dari sewa rumah,” ungkapnya.

Menurut Obi, Ning Lia juga memberikan perhatian terhadap berbagai kebutuhan pendukung selama posko digunakan.

Kenyamanan Posko EMILIA juga dirasakan Ahmad Zaini, Wakil Sekretaris PC GP Ansor Situbondo, yang sempat menyambangi posko bersama Kepala Desa Besuki Achmad Zarkasyi.

“Posko Emilia ini representatif, nyaman untuk bekerja dan beristirahat. Makanan, kopi hingga wifi tersedia di sini. Saya salut dengan kepedulian Ning Lia terhadap para jurnalis,” tuturnya.

Ramai dibaca :  Pengamanan Terpadu, Libur Lebaran di Wisata HST Berjalan Aman

Tak hanya jurnalis, Posko EMILIA juga menjadi ruang silaturahmi bagi sejumlah tokoh yang hadir selama Muktamar.

Beberapa anggota DPD RI yang tergabung dalam Kaukus Nahdliyin DPD RI, seperti Boy Latuconsina dari Maluku, H Abdullah dari Papua Barat, dan Hj Ade Yuliasih dari Banten, turut menyambangi posko tersebut.

Sejumlah tokoh lainnya juga hadir, di antaranya H Muhammad Faiz Mahfudz atau Gus Faiz, pengasuh Ponpes Nuriddahlani Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo; Agus Muttaqin, aktivis IKA PMII Jawa Timur sekaligus mantan Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jawa Timur; Yusuf Bachtiar, Kepala Desa Tejoasri, Lamongan; Ramadhan Isa, Ketua Umum Poros Muda NU; serta Muhammad Syahid, Ketua LBH Ansor Jawa Timur.

Bagi Ning Lia, keberadaan Posko EMILIA merupakan bagian kecil dari ikhtiar untuk ikut menyukseskan Muktamar sekaligus memberi manfaat bagi sesama.

Ia menegaskan, posko tersebut terbuka tanpa membeda-bedakan latar belakang maupun media tempat para jurnalis bekerja.

“Alhamdulillah, kalau selama pelaksanaan Muktamar NU ini kehadiran saya membawa manfaat bagi orang banyak. Sebab pesan Ayah saya, KH Masykur Hasyim, adalah khairu an-naas anfa’uhum lin-naas, yang artinya sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama,” ujar Ning Lia.

Semangat tersebut juga telah ia bawa sejak sebelum Muktamar dimulai.

Ning Lia melakukan napak tilas ke kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum dan bersilaturahmi dengan putri KH Wahab Hasbullah, Bu Nyai Mundjidah Wahab, serta Gus Edo.

Ramai dibaca :  Tersulut Emosi, Rumah Terduga Pelaku Pembacok Patrol Sahur Dibakar Massa

Tiga hari sebelum pembukaan Muktamar, ia juga melakukan fogging di sekitar kawasan yang menjadi lokasi kegiatan.

Kini, Muktamar telah usai. Kepemimpinan baru NU telah ditetapkan. Lukisan Hadratussyekh Hasyim Asy’ari telah menjadi bagian dari koleksi kenangan Ning Lia.

Namun, di balik itu semua, ada satu cerita yang mungkin lebih sederhana: sebuah rumah yang dibuka untuk banyak orang, secangkir kopi yang menemani pekerjaan, akses internet untuk menyelesaikan berita, dan ruang untuk beristirahat setelah seharian menjalankan tugas.

Bagi Ning Lia, mungkin di situlah makna khidmah menemukan bentuknya—hadir, berbagi, dan sebisa mungkin menjadi manfaat bagi sesama.

(Anil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Konten dilindingi !!