SURABAYA Radartempo.id 8 Mei 2026 Maraknya promosi alat terapi kaki berbasis teknologi Terahertz (THZ) dan Pulsed Electromagnetic Field (PEMF) mendapat sorotan dari Penasehat Pemuda Pancasila PAC Sukomanunggal, Abah Islakun
Ia menilai, alat terapi tersebut kini banyak diperkenalkan ke masyarakat sebagai metode terapi alternatif yang diklaim mampu membantu berbagai keluhan kesehatan, mulai dari pegal linu hingga penyakit berat seperti Parkinson, jantung, batu ginjal, hingga gangguan saraf.
Dalam kesempatan ini Penasihat Pemuda pancasila PAC Sukomanunggal Bersosial Ke anggota” Yang membutuhkan alat terapi kaki ini.
“Alat ini disebut digunakan selama 30 menit dengan teknologi medan elektromagnetik berdenyut dan gelombang terahertz. Klaim manfaatnya cukup beragam,” ujar Abah Islakun saat ditemui di Sukomanunggal, Surabaya, jumat (8/5/2026)
Meski tidak menolak keberadaan terapi alternatif, Abah Islakun mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya sepenuhnya terhadap klaim yang beredar tanpa disertai pemeriksaan medis yang jelas.
Terapi alternatif boleh digunakan sebagai pendamping untuk relaksasi atau menjaga kebugaran. Tapi jangan sampai menggantikan penanganan medis utama dari dokter maupun rumah sakit. Jangan tinggalkan pengobatan medis hanya karena tergiur terapi instan,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk memastikan legalitas dan keamanan alat kesehatan yang digunakan. Hal itu bisa dilakukan dengan mengecek izin edar dari Kementerian Kesehatan atau BPOM serta memahami efek samping dan batasan penggunaannya.
Ketua PAC PEMUDA PANCASILA Sukomanunggal Bpk Moch Fathur Ulum S.Kom juga menegaskan bahwa menjamurnya terapi alternatif menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap solusi kesehatan yang praktis. Namun di sisi lain, edukasi kesehatan tetap penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh promosi berlebihan.
“Yang paling penting tetap jaga pola hidup sehat, rutin kontrol kesehatan, dan konsultasi dengan tenaga medis profesional,” pungkasnya












