Radartempo.id Surabaya, 22 06 2026 Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meluncurkan program beasiswa dan keringanan biaya pendidikan bagi lebih dari 143 ribu pelajar dan mahasiswa di Jawa Timur. Program ini merupakan wujud kolaborasi antara Pemerintah Provinsi dengan sekolah menengah atas, sekolah menengah kejuruan, dan perguruan tinggi swasta untuk memperluas akses pendidikan yang berkualitas, merata, dan terjangkau bagi masyarakat.
Program ini terbagi dalam dua jenjang pendidikan
Jenjang SMA/SMK Swasta: 81.131 kuota, terdiri dari 44.421 penerima beasiswa penuh dan 36.710 penerima potongan biaya pendidikan (pembebasan uang gedung, potongan SPP, dan bantuan pendidikan lainnya). Tahun ajaran 2026/2027, jumlah sekolah peserta meningkat menjadi 2.106 unit (860 SMA swasta dan 1.246 SMK swasta), naik 334 sekolah dibanding tahun sebelumnya.Jenjang Perguruan Tinggi Swasta: 62.000 kuota beasiswa dan keringanan pembiayaan bagi calon mahasiswa baru, bekerja sama dengan 84 perguruan tinggi yang juga memberikan bantuan biaya hidup bagi penerima.
Data Dinas Pendidikan Jawa Timur mencatat, pada tahun 2026 terdapat 618.479 lulusan SMP/MTs sederajat, sedangkan daya tampung sekolah negeri hanya mampu menampung 244.621 siswa atau sekitar 39,55 persen. Sebanyak 373.858 lulusan atau 60,45 persen lainnya perlu melanjutkan pendidikan ke jalur swasta.
“Angka-angka ini bukan sekadar statistik. Dibalik setiap penerima beasiswa terdapat harapan orang tua, semangat belajar anak-anak kita, serta peluang lahirnya generasi masa depan Jawa Timur yang lebih unggul dan berdaya saing,” ujar Gubernur Khofifah saat peluncuran program di Gedung Negara Grahadi Surabaya.
Program ini juga ditujukan untuk menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) serta meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan di Jawa Timur. “Ini adalah bentuk kolaborasi nyata agar setiap anak mendapatkan kesempatan yang sama menikmati pendidikan berkualitas,” tambahnya.












