Radartempo.id Surabaya – Warga memasang tanda berupa sebatang kayu di jalan berlubang yang berada di depan TK Brimob, Jalan Gresik, Surabaya, sebagai peringatan bagi pengendara agar lebih waspada saat melintas. Hingga Jumat (31/7/2026), kerusakan jalan tersebut disebut belum mendapat penanganan meski telah dilaporkan kepada pihak terkait.
Menurut keterangan warga, laporan mengenai kondisi jalan itu telah disampaikan ke Kelurahan Morokrembangan dan Kecamatan Krembangan. Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut berupa perbaikan.
Agus, salah seorang wali murid TK Brimob, mengatakan warga terpaksa memasang penanda di lokasi karena khawatir membahayakan pengguna jalan.
“Jalan berlubang ini sudah diberi tanda oleh warga sejak sekitar satu minggu lalu. Kerusakan sebenarnya sudah terjadi sejak tahun lalu, tetapi hingga sekarang belum diperbaiki,” ujarnya.
Ia menambahkan, lubang di ruas Jalan Gresik, tepatnya di depan Mako Brimob, telah beberapa kali menyebabkan pengendara terjatuh, terutama saat malam hari ketika kondisi penerangan di lokasi dinilai kurang memadai.
“Kalau malam cukup gelap, sementara jalannya rusak. Kondisi ini sangat membahayakan pengendara yang melintas,” katanya.
Tak hanya memasang penanda, sejumlah warga juga berinisiatif menambal sebagian lubang menggunakan semen agar risiko kecelakaan dapat diminimalkan.
“Jalannya sempit, jadi kalau dibiarkan sangat berbahaya. Sebelum ditambal, kami pasang tanda terlebih dahulu agar pengguna jalan berhati-hati. Kami berharap pemerintah segera memperbaiki jalan ini,” pungkas Agus.
Warga berharap Pemerintah Kota Surabaya segera melakukan perbaikan permanen terhadap jalan tersebut, mengingat lokasinya berada di depan fasilitas pendidikan dan menjadi akses yang ramai dilalui masyarakat setiap hari.
ADI












