BERITA UTAMADaerahHUKRIMKesehatanTAGTNI POLRI

Rakor Ramadhan 1447 H/2026, PCNU Kabupaten Sampang Soroti Program MBG dan Potensi Gangguan Kekhusyukan Bulan Suci Ramadhan

×

Rakor Ramadhan 1447 H/2026, PCNU Kabupaten Sampang Soroti Program MBG dan Potensi Gangguan Kekhusyukan Bulan Suci Ramadhan

Share this article

Sampang,Radartempo.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang melalui Sekretariat Daerah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan menyambut Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M, Rabu (11/2/2026) di Aula Pemkab Sampang.

Rakor tersebut melibatkan unsur Forkopimda, pimpinan OPD, instansi vertikal, organisasi keagamaan, serta para camat se-Kabupaten Sampang.

Dalam forum tersebut, sejumlah isu strategis dibahas, mulai dari stabilitas harga bahan pokok, pengamanan wilayah, pengaturan aktivitas pasar, hingga pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan puasa.

Wakil Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Sampang dalam penyampaiannya turut menyoroti pelaksanaan program MBG saat Ramadhan. Menurutnya, perlu ada pengaturan teknis agar program tersebut tidak mengganggu kekhusyukan ibadah puasa, khususnya bagi siswa di jenjang pendidikan yang sudah wajib berpuasa.

“Kalau memang MBG tetap berjalan, bisa saja teknisnya diatur, misalnya diberikan per minggu. Semisal jatah buah seperti jeruk satu per hari, dikalikan enam hari lalu dibagikan sekaligus. Jadi tidak dikonsumsi di sekolah pada siang hari,” ujarnya. Ia juga mengingatkan potensi persoalan di kalangan siswa.

“Kita khawatir ada anak yang dari rumah sudah niat puasa, tapi setelah sampai di sekolah karena diberi MBG akhirnya tidak berpuasa. Kalau tingkat SD mungkin masih lumrah karena belum semuanya wajib, tetapi kalau sudah tingkat SMP dan seterusnya, tentu ini menjadi perhatian serius,” tegasnya.

Ramai dibaca :  Kapolda Jatim Tekankan Deteksi Dini dan Kesiapsiagaan Hadapi Dinamika Global

Sementara itu, Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sampang menyatakan sependapat dengan apa yang disampaikan Wakil Ketua NU. Ia menilai perlu kebijakan bijak agar program sosial tetap berjalan tanpa mengurangi nilai ibadah Ramadhan.

“Kami sangat setuju dengan yang disampaikan tadi. Bahkan alangkah baiknya selama bulan puasa, sekolah dan program MBG diliburkan sementara waktu agar anak-anak bisa fokus menjalankan ibadah,” katanya.

Selain itu, ia juga meminta aparat penegak hukum untuk konsisten dalam menegakkan aturan yang telah disepakati bersama, khususnya terkait aktivitas di siang hari selama Ramadhan.

“Kepada pihak kepolisian, kami berharap apa yang sudah kita sepakati bersama bisa6 ditegakkan dengan tegas, terutama pada jam-jam yang bukan waktunya. Biasanya di awal bulan puasa masih aman, tetapi memasuki pertengahan bulan sering kali mulai banyak pelanggaran, khususnya di area pasar,” tambahnya.

Rakor tersebut diharapkan mampu melahirkan kebijakan yang seimbang antara aspek sosial, pendidikan, ekonomi, dan nilai-nilai keagamaan, sehingga suasana Ramadhan 1447 H di Kabupaten Sampang tetap kondusif, tertib, dan penuh kekhusyukan.

Red T

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Konten dilindingi !!