BERITA UTAMADaerahHUKRIMTAG

Ning Lia Istifhama Tampil Modis dengan Kerudung Kuning, Bongkar Rumus “SENI” untuk Taklukkan Hati Gen Z di Rakortek Golkar Jatim

×

Ning Lia Istifhama Tampil Modis dengan Kerudung Kuning, Bongkar Rumus “SENI” untuk Taklukkan Hati Gen Z di Rakortek Golkar Jatim

Share this article

SURABAYA – Suasana Kantor DPD Golkar Jawa Timur mendadak terasa berbeda. Di tengah dominasi warna kuning khas partai, sosok Senator RI, Lia Istifhama, tampil mencuri perhatian dengan balutan kerudung kuning cerah yang selaras. Namun, yang ia bawa bukan sekadar gaya, melainkan gagasan segar yang ia sebut sebagai rumus “SENI”.

Dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Bidang Kaderisasi dan Pemuda, Ning Lia—sapaan akrabnya—berhasil mengubah atmosfer forum yang biasanya formal menjadi lebih cair, komunikatif, dan inspiratif. Bahkan, Anggota DPR RI Fathoni menyebut momen tersebut sebagai “tausyiah politik kekinian”.

Ning Lia menilai generasi Z dan milenial cenderung menjauh dari politik yang kaku dan elitis. Menurutnya, politik seharusnya tidak melulu soal perebutan kekuasaan, tetapi menjadi ruang menghadirkan benevolent society atau masyarakat yang berkeadaban.

Untuk menjawab tantangan itu, ia memperkenalkan formula SENI sebagai pendekatan baru dalam berpolitik:

S – Strategy (Strategi)
Pesan politik di era digital harus dikemas secara sistematis dan kreatif. Bukan sekadar janji, melainkan komunikasi yang mampu mengubah cara pandang publik.

E – Equity (Keadilan)
Setiap kebijakan harus berpijak pada prinsip keadilan tanpa diskriminasi, agar masyarakat merasa dilindungi dan diayomi.

N – Nation (Bangsa)
Kedaulatan tertinggi berada di tangan rakyat. Politik harus kembali pada tujuan utamanya: mengabdi untuk bangsa.

I – Integrity (Integritas)
Visi besar harus ditopang integritas. Konsistensi antara ucapan dan tindakan menjadi kunci utama, tanpa kehilangan fleksibilitas strategi.

Ramai dibaca :  Pererat Silaturahmi di Bulan Ramadhan, Babinsa Kodim 1009/Tanah Laut Komsos Bersama Warga Desa Binaan

“Generasi muda hari ini adalah Syubbanul Yaum Rijalul Ghod—pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan. Politik tidak boleh kaku; harus ada sentuhan seni agar pesan bisa menyentuh hati,” ujar Ning Lia.

Kehadiran Ning Lia dinilai memberi energi baru bagi kader muda Golkar. Panitia kegiatan, Aan Ainur Rofiq, menyebut konsep “SENI” sebagai pendekatan yang relevan dengan arah politik ke depan.

“Kami ingin strategi yang lebih inklusif. Pendekatan naratif dan berbasis nilai seperti ini penting untuk merangkul generasi milenial dan Gen Z yang semakin melek digital,” ungkapnya.

Kolaborasi antara politisi senior dan figur inspiratif seperti Ning Lia menandai pergeseran wajah politik Jawa Timur—dari sekadar adu kekuatan menuju adu gagasan yang lebih estetik, komunikatif, dan berintegritas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Konten dilindingi !!