Jawa Timur – Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah menjadi saksi perjalanan penuh makna bagi Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur. Selama satu bulan penuh, langkah-langkah kecil kebaikan dirangkai menjadi gelombang kepedulian yang menyentuh hati banyak orang.
Setiap hari, ratusan paket takjil dibagikan.
Senyum anak-anak yatim piatu mengembang saat menerima santunan. Doa-doa lirih terucap dari mereka yang menerima, mengalir menjadi harapan dan keberkahan bagi semua yang terlibat.
Tak hanya berbagi makanan, MAKI Jatim juga menghadirkan kehangatan melalui buka puasa bersama ribuan anak yatim dan pendamping. Suasana sederhana namun penuh cinta itu menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sejati lahir dari berbagi.
Ketua MAKI Jawa Timur, Heru Satrio, mengungkapkan rasa syukur mendalam atas terselenggaranya seluruh rangkaian kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, ini bukan sekadar kegiatan, tapi perjalanan hati. Kami hanya perantara dari kebaikan para donatur yang luar biasa,” ujarnya dengan penuh haru.
Ia menegaskan bahwa setiap bantuan yang disalurkan adalah amanah yang dijaga dengan sepenuh hati.
Dalam kesempatan itu, Heru juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Kami menyampaikan terima kasih dan penghormatan setinggi-tingginya kepada Ibunda Gubernur Jawa Timur beserta Wakil Gubernur Jawa Timur. Dukungan dan perhatian beliau menjadi kekuatan besar bagi kami untuk terus menyalakan semangat berbagi di tengah masyarakat,” tuturnya.
Menurut Heru, Ramadhan tahun ini meninggalkan jejak yang tak mudah dilupakan. Bukan hanya tentang angka dan jumlah bantuan, tetapi tentang air mata haru, doa yang dipanjatkan, dan kebersamaan yang terjalin.
“Di setiap paket yang kami berikan, ada harapan. Di setiap senyum yang kami lihat, ada doa. Dan di setiap langkah kecil ini, kami percaya Allah sedang menyiapkan kebaikan yang lebih besar,” ucapnya.
Kini, Ramadhan telah sampai di penghujung. Namun semangat berbagi yang telah tumbuh diharapkan tidak ikut berakhir.
MAKI Jatim menutup rangkaian kegiatan ini dengan doa, semoga semua yang telah memberi dan membantu dengan tulus, mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT, serta dipertemukan kembali dengan Ramadhan berikutnya dalam keadaan sehat, penuh iman, dan keberkahan.
Karena sejatinya, kebaikan yang tulus tidak pernah benar-benar usai—ia akan terus hidup dalam hati dan doa.
ANIL












