BERITA UTAMA

Lia Istifhama dan Gaya Politik yang Dekat dengan Anak Muda

×

Lia Istifhama dan Gaya Politik yang Dekat dengan Anak Muda

Share this article

RADARTEMPO.ID SURABAYA – Gagasan otonomi berkeadilan yang digaungkan Senator DPD RI, Lia Istifhama, tidak sekadar berbicara tentang kebijakan dan pembagian kewenangan daerah. Di balik gagasan tersebut, ada perhatian kuat terhadap bagaimana generasi muda diberi ruang untuk ikut menentukan arah masa depan daerah.

Lia dikenal sebagai sosok yang lantang ketika menyuarakan isu-isu strategis. Namun, ketegasan itu berjalan beriringan dengan gaya komunikasi yang hangat dan merangkul, terutama ketika berhadapan dengan kalangan anak muda.

Baginya, pembangunan daerah tidak akan berjalan berkelanjutan jika generasi muda hanya ditempatkan sebagai penonton.

Sebagai anggota MPR RI melalui Badan Pengkajian, Lia aktif mengikuti berbagai forum diskusi, baik di tingkat nasional maupun daerah. Menariknya, ruang dialog yang ia datangi tidak selalu berupa forum resmi atau acara besar.

Ia juga hadir di kampus, komunitas, hingga diskusi-diskusi kecil yang digelar mahasiswa dan kelompok muda.

Prinsip “pantang menolak undangan” seolah menjadi bagian dari cara Lia membangun komunikasi. Undangan mahasiswa, aktivis maupun komunitas lokal sebisa mungkin ia respons dengan hadir secara langsung.

Bagi Lia, mendengar aspirasi masyarakat tidak harus menunggu forum besar. Justru dari percakapan sederhana, sering kali muncul persoalan dan gagasan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Pendekatan itu pula yang membuat Lia kerap dipandang sebagai politisi yang tidak berjarak. Ia tidak terlalu mempermasalahkan besar kecilnya jumlah peserta dalam sebuah forum. Yang lebih penting baginya adalah adanya ruang dialog dan kesempatan untuk saling mendengar.

Ramai dibaca :  Satresnarkoba Polres Raih Juara I dan Juara III Polda Jatim, Bukti Komitmen Nyata Berantas Narkoba

Dari forum besar hingga diskusi di tingkat program studi, Lia berusaha menjaga komunikasi dua arah dengan generasi muda.

Kedekatan tersebut bahkan mendapat apresiasi dari kalangan anak muda. Lia pernah dinobatkan sebagai Politisi Idola Gen Z oleh Radar Surabaya, salah satunya karena intensitasnya menyapa mahasiswa dan komunitas pergerakan.

Meski terbuka terhadap kritik dan perbedaan pandangan, Lia juga kerap mengingatkan anak muda agar kebebasan berpendapat tetap dibarengi tanggung jawab.

“Kita boleh bersuara, tapi tidak ada ruang untuk provokasi. Karena generasi mendatang berhak hidup damai dan aman,” ujarnya.

Bagi Lia, keberanian bersuara bukan berarti bebas mengabaikan persatuan. Demokrasi justru membutuhkan generasi yang kritis sekaligus mampu menghargai perbedaan.

Pandangan itu kemudian ia kaitkan dengan gagasan otonomi berkeadilan. Menurutnya, daerah harus memiliki ruang yang cukup untuk mengembangkan potensi masing-masing, sementara anak muda harus mendapatkan kesempatan untuk terlibat di dalam proses tersebut.

“Anak muda bukan hanya penerus, tetapi juga bagian dari penggerak perubahan hari ini,” menjadi semangat yang tercermin dalam berbagai ruang dialog yang ia bangun.

Sementara itu, Fajar Yulianto, salah seorang anak muda yang mengikuti kiprah Lia, mengaku kagum dengan gaya komunikasi senator tersebut.

Menurut Fajar, Lia mampu memadukan keberanian dalam menyampaikan gagasan dengan sikap yang tetap hangat ketika berdialog.

“Menurut saya, Ning Lia menghadirkan wajah politik yang tidak hanya tegas secara gagasan, tetapi juga hangat dalam pendekatan. Kombinasi seperti ini relevan untuk menjawab tantangan demokrasi dan ekonomi berkelanjutan ke depan,” katanya.

Ramai dibaca :  Polri Bongkar Penambangan Ilegal Penyelundupan Pasir Timah ke Malaysia, 7 Tersangka Diamankan

Pada akhirnya, gagasan besar tentang otonomi berkeadilan tidak hanya berbicara mengenai bagaimana daerah mengelola potensinya. Lebih jauh, gagasan itu juga tentang siapa yang diberi ruang untuk ikut membangun daerah.

Dan bagi Lia, anak muda tampaknya bukan sekadar generasi yang akan menerima masa depan, tetapi generasi yang sejak sekarang perlu diajak ikut menentukannya.

(Anil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Konten dilindingi !!