Pontianak, 17 Januari 2026 Radartempo.id Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja sektor jasa keuangan di Provinsi Kalimantan Barat hingga posisi November 2025 tetap terjaga dan berperan penting dalam mendukung perekonomian daerah, sejalan dengan perkembangan sektor jasa keuangan di kawasan se-Kalimantan. Kondisi tersebut tercermin dari kinerja sektor perbankan, industri keuangan nonbank (IKNB), pasar modal, penguatan literasi dan inklusi keuangan, serta pelindungan konsumen.
Berdasarkan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Triwulan III Tahun 2025 oleh Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat, Provinsi Kalimantan Barat mencatatkan pertumbuhan ekonomi kumulatif sebesar 5,31 persen (yoy) tertinggi kedua di Kawasan Kalimantan setelah Provinsi Kalimantan Tengah, yang mengindikasikan stabilitas perekonomian Kalimantan Barat di tengah dinamika global, yang didorong kuat oleh pertumbuhan kinerja investasi dan konsumsi rumah tangga pada sisi permintaan, serta pertumbuhan sektor pertanian, industri pengolahan, perdagangan, dan konstruksi pada sisi penawaran (produksi).
Laju pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat tersebut berkontribusi sebesar 17,29 persen terhadap total PDRB Kalimantan, terbesar kedua di Kawasan Kalimantan setelah provinsi Kalimantan Timur.
Kepala Kantor OJK Kalimantan Barat Rochma Hidayati mengatakan Kontribusi ini mencerminkan perekonomian Kalimantan Barat memiliki posisi strategis dan peran penting dalam struktur ekonomi regional Pulau Kalimantan, tidak hanya menjadi penopang ekonomi kawasan, tetapi juga memiliki basis ekonomi yang relatif kuat dan terus berkembang.
Perkembangan Sektor Perbankan:
Penyaluran kredit perbankan di Provinsi Kalimantan Barat hingga November 2025 tercatat sebesar Rp78,4 triliun, didominasi oleh kredit konsumtif, diikuti kredit investasi dan kredit modal kerja.
Secara tahunan, kredit konsumtif mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 5,99 persen (yoy), sejalan dengan kontribusi sektor rumah tangga yang menjadi penopang utama penyaluran kredit di Kalimantan Barat.
Penyaluran Kredit di Wilayah Kalimantan Barat Posisi November 2025:
Penyaluran kredit kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tercatat sebesar Rp27,9 triliun, dengan porsi terbesar pada segmen usaha mikro dan kecil.
Meski secara agregat kredit UMKM mengalami sedikit kontraksi, OJK terus mendorong perbankan untuk menjaga kesinambungan pembiayaan UMKM sebagai motor penggerak perekonomian daerah.
Penyaluran Kredit UMKM di Wilayah Provinsi Kalimantan Barat Posisi November 2025:
Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) di Kalimantan Barat mencapai Rp88,4 triliun, yang didominasi oleh dana tabungan sebesar Rp51,2 triliun, diikuti deposito sebesar Rp21,7 triliun, dan giro sebesar Rp15,5 triliun, dengan persentase pertumbuhan tertinggi dari giro yakni sebesar 6,61 persen (yoy).
Pertumbuhan DPK mencerminkan minat dan kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan yang semakin meningkat serta semakin luasnya penggunaan layanan keuangan formal.
Dana Pihak Ketiga (DPK) di Wilayah Provinsi Kalimantan Barat Posisi November 2025:
Perkembangan Sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB)
Pada sektor Industri Keuangan Nonbank (IKNB), aktivitas usaha perusahaan pembiayaan, asuransi, dana pensiun, dan lembaga jasa keuangan lainnya tetap tumbuh secara sehat.
Penyaluran pembiayaan oleh perusahaan pembiayaan mengalami peningkatan, terutama pada pembiayaan kendaraan bermotor dan pembiayaan multiguna. Sementara itu, kinerja perasuransian di Kalimantan Barat menunjukkan pertumbuhan premi dengan rasio klaim yang masih berada pada tingkat yang terkelola.
Penyaluran Pembiayaan dari Perusahaan Pembiayaan Posisi November 2025:
Sektor perasuransian di Kalimantan Barat juga mencatat peningkatan aktivitas, tercermin dari realisasi premi asuransi jiwa dan asuransi umum di berbagai kabupaten/kota, dengan nominal premi yang lebih tinggi dibandingkan klaim.
Dari sisi asuransi jiwa, realisasi premi terbesar tercatat di Kota Pontianak sebesar Rp655,95 miliar dengan klaim Rp531,77 miliar dan rasio klaim sebesar 81,1 persen. Kondisi ini mencerminkan tingginya penetrasi produk asuransi jiwa di wilayah perkotaan yang menjadi pusat aktivitas ekonomi dan jasa.
Pada asuransi umum, realisasi premi dan klaim juga menunjukkan distribusi yang relatif merata di kabupaten/kota, dengan nominal premi terbesar kembali tercatat di Kota Pontianak sebesar Rp529,05 miliar dan klaim sebesar Rp3,88 triliun. Beberapa daerah mencatat rasio klaim yang tinggi, mencerminkan adanya peningkatan pembayaran klaim pada periode pelaporan, sementara di beberapa kabupaten lainnya rasio klaim masih berada pada tingkat yang rendah bahkan nihil, sejalan dengan karakteristik risiko dan volume pertanggungan.
Klaim Premi Asuransi Jiwa dan Asuransi Umum Wilayah Kalimantan Barat Posisi November 2025:
Perkembangan Pasar Modal
Dari sisi pasar modal, Jumlah investor pasar modal di Kalimantan Barat terus meningkat hingga November 2025. Total Single Investor Identification (SID) mencapai 258.442 SID, yang terdiri dari investor saham, reksa dana, dan Surat Berharga Negara (SBN). Peningkatan jumlah investor diikuti oleh lonjakan nilai, frekuensi, dan volume transaksi saham. Kenaikan jumlah SID, baik investor saham, reksa dana, maupun SBN, mencerminkan peningkatan literasi dan partisipasi masyarakat Kalimantan Barat dalam aktivitas pasar modal serta meningkatnya partisipasi masyarakat dalam aktivitas investasi yang legal, berizin, dan terawasi.
Perkembangan SID di Kalimantan Barat Posisi November 2025:
Perkembangan Transaksi Saham di Kalimantan Barat Posisi November 2025
Penguatan Literasi, Inklusi Keuangan, dan Pelindungan Konsumen di Kalimantan Barat
Hingga 31 Desember 2025, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan di wilayah Kalimantan, termasuk Provinsi Kalimantan Barat, melalui berbagai program strategis yang menjangkau seluruh kabupaten dan kota. Di Kalimantan Barat, kegiatan edukasi keuangan telah dilaksanakan di 14 kabupaten/kota, mencerminkan komitmen OJK dalam memperluas pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan.
Melalui pelaksanaan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) dan edukasi keuangan syariah, OJK di Kalimantan Barat melaksanakan berbagai kegiatan edukasi secara langsung maupun digital.
Sepanjang tahun 2025, Kalimantan Barat mencatat pelaksanaan 110 kegiatan edukasi, didukung kegiatan edukasi digital dan program pembelajaran daring melalui Learning Management System Keuangan (LMSKU), yang menjangkau 16.205 peserta dari berbagai segmen masyarakat, termasuk pelajar, UMKM, pekerja, dan komunitas.
Dalam rangka memperluas akses keuangan, OJK juga mendorong pelaksanaan berbagai program inklusi keuangan, antara lain Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), Kredit Program Melawan Rentenir (KPMR), pengembangan Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI dan EPIKS), serta Bulan Inklusi Keuangan (BIK) dan Hari Indonesia Menabung (HIM).
Program-program tersebut telah menjangkau ratusan ribu rekening dan puluhan ribu peserta kegiatan di Kalimantan Barat, sehingga berkontribusi nyata dalam memperluas kepemilikan dan pemanfaatan produk keuangan formal..
Di sisi pelindungan konsumen, OJK di Kalimantan Barat terus meningkatkan layanan kepada masyarakat melalui layanan konsumen OJK baik walk in maupun online melalui Kontak 157, OJK Checking, serta penguatan koordinasi Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) di daerah.
Sepanjang tahun 2025, OJK Kalimantan Barat menerima dan menangani 1.180 layanan konsumen, 11.994 pengecekan SLIK, serta secara aktif melaksanakan sosialisasi pencegahan kegiatan usaha tanpa izin di sektor jasa keuangan.
Ke depan, OJK akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, pelaku industri jasa keuangan, serta pemangku kepentingan lainnya guna meningkatkan literasi dan inklusi keuangan yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat pelindungan konsumen di Provinsi Kalimantan Barat dan kawasan Kalimantan secara keseluruhan.(*/zainul irwansyah)












