Radartempo.id — SUMENEP Upaya mempererat komunikasi dan membangun sinergi bersama masyarakat terus dilakukan Polresta Sumenep. Salah satunya melalui kegiatan Sambung Roso Kapolresta Sumenep bersama Forkopimcam, tokoh agama, tokoh masyarakat serta 11 Kepala Desa se-Kecamatan Manding, yang digelar di Pendopo Kantor Kecamatan Manding, Desa Manding Laok, Kabupaten Sumenep, Selasa (11/8/2026) malam.
Kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus dialog terbuka antara jajaran Polresta Sumenep dengan unsur pemerintahan kecamatan, kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, Babinsa serta masyarakat Kecamatan Manding.
Kapolresta Sumenep Kombes Pol Ariek Indra Sentanu, S.H., S.I.K., M.H. hadir didampingi Wakapolresta Sumenep Kompol Haris Darma Sucipto, S.H., S.I.K., Kabagops Kompol Junaidi, S.Pd., Kasat Binmas Kompol Moh Abd Kohar, Ps. Kasat Reskrim AKP Agus Rusdiyanto, S.H., Ps. Kasat Narkoba AKP Anwar Subagyo, Ps. Kasat Samapta AKP Taufik Hidayat, S.H., M.H., Kapolsek Manding AKP Fathor Rahman, S.H., serta sejumlah pejabat utama Polresta Sumenep.
Turut hadir Camat Manding Slamet Boedihardjo, S.Sos., M.Si., Ketua MWCNU Manding Ustadz Rudi Hartono, S.Pd.I., para Kepala Desa se-Kecamatan Manding, Babinsa serta tokoh masyarakat.
Dalam suasana yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan tersebut, Kapolresta Sumenep membuka ruang dialog dengan masyarakat. Sejumlah warga diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan, aspirasi maupun berbagai persoalan yang berkembang di lingkungan masing-masing.
Dialog tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan Sambung Roso, karena masyarakat dapat berkomunikasi secara langsung dengan Kapolresta Sumenep sekaligus menyampaikan kondisi serta kebutuhan terkait keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kapolresta Sumenep Kombes Pol Ariek Indra Sentanu mengatakan, kegiatan Sambung Roso merupakan upaya Polresta Sumenep untuk mendekatkan diri dengan masyarakat sekaligus membangun komunikasi yang terbuka.
“Kami datang bukan hanya untuk menyampaikan pesan, tetapi juga untuk mendengar. Apa yang menjadi keluhan, masukan dan harapan masyarakat harus kita dengarkan bersama, kemudian kita carikan solusi sesuai dengan kewenangan masing-masing,” ujar Kapolresta.
Menurutnya, menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Diperlukan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat hingga masyarakat itu sendiri.
“Kamtibmas adalah tanggung jawab kita bersama. Polri tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi dengan pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat sangat penting untuk menciptakan situasi yang aman, nyaman dan kondusif,” tegasnya.
Kapolresta juga mengajak para Kepala Desa di Kecamatan Manding untuk terus memperkuat komunikasi dengan Bhabinkamtibmas, Babinsa dan jajaran kepolisian apabila menemukan persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan maupun ketertiban di wilayahnya.
Ia menambahkan, komunikasi yang terbangun dengan baik di tingkat desa diharapkan dapat mencegah berbagai persoalan berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
“Kalau ada persoalan di masyarakat, jangan dibiarkan berlarut-larut. Mari kita komunikasikan dan selesaikan bersama dengan mengedepankan musyawarah serta aturan yang berlaku,” imbuhnya.
Kegiatan Sambung Roso tersebut berlangsung interaktif. Tanya jawab antara masyarakat dengan Kapolresta Sumenep menjadi momentum untuk mengetahui secara langsung berbagai dinamika yang terjadi di wilayah Kecamatan Manding.
Melalui kegiatan tersebut, Polresta Sumenep berharap hubungan antara kepolisian dengan masyarakat semakin dekat, sehingga tercipta komunikasi dua arah yang efektif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kegiatan kemudian berlangsung dalam suasana penuh keakraban hingga selesai dengan situasi aman, tertib dan kondusif.
Moch.fuad












