Bangkalan Radartempo.id — Santri korban pencabulan oleh dua anak kiai di Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, yang hilang sejak 7 Januari 2026, hingga kini belum ditemukan.
Kasus tersebut telah dilaporkan ke Polres Bangkalan namun belum mendapatkan titik terang. Pihak kepolisian masih kesulitan mencarinya.
Santri tersebut merupakan korban dari aksi pencabulan yang diduga dilakukan oleh dua anak kiai pengasuh Ponpes. Satu pelaku pencabulan yakni UF sudah ditangkap. Sedangkan satu pelaku lain, yakni S masih belum ditangkap meski sudah menjadi pelopor.
Sebelum Santri tersebut hilang, dua hari sebelumnya, korban didatangi oleh dua Santri lain yang diduga utusan S.
Kasat Reskrim Polres Bangkalan AKP Hafid Dian Maulidi mengatakan, hingga kini pihaknya terus melakukan penyelidikan kasus tersebut. Ia mengaku belum mendapatkan petunjuk tentang keberadaan korban.
“Masih kami cari sampai saat ini,” ujarnya, Kamis (22/1/2026).
Tak hanya mencari korban, polisi juga mencari keberadaan S yang hingga kini masih belum ditemukan. Pihaknya juga masih belum menentukan apakah korban melarikan diri dari rumah atau diculik.
“Sampai sekarang dua-duanya (S dan korban) masih belum ditemukan,” katanya.
*Harapan Keluarga
Keluarga korban, Fitriyah mengaku hingga kini pihak keluarga belum bisa menghubungi korban.
Bahkan, orangtua korban dan neneknya mengalami sakit akibat anaknya tak segera ditemukan.
“Kami khawatir dengan korban. Bagaimana kondisinya saat ini, apakah selamat atau tidak kami tidak tahu,” jelasnya.
Ia berharap, pihak kepolisian menangani kasus tersebut secara serius dan segera menemukan korban dalam kondisi apa pun.
“Tolong bantu cari korban,” imbuhnya.
Fitriyah menduga, kepergian korban bukan atas kehendaknya sendiri. Apalagi, sejak keluarga melaporkan S, pihak pesantren gencar mendatangi korban untuk melamar namun ditolak oleh pihak keluarga.
Keluarga menilai, hal itu sebagai upaya untuk menggugurkan tudingan pencabulan yang dilakukan oleh S terhadap korban.
“Ada lima kali upaya melamar itu dilakukan namun kami tolak,” jelasnya.
Keluarga juga menyakini jika kepergian korban sudah direncanakan sejak lama. Sebab, di waktu korban hilang, kamera pengawas yang ada di dekat rumahnya tak merekam jejak korban.
Sebelumnya, pihak keluarga korban melaporkan aksi dugaan pencabulan yang dilakukan oleh UF, salah satu anak kiai di Bangkalan. Dalam penyelidikan ditemukan fakta bahwa korban tak hanya dicabuli oleh UF, namun juga dicabuli oleh S yang merupakan adik UF.
Fakta baru itu membuat pihak keluarga korban melaporkan S ke Polda Jatim dalam berkas yang terpisah dengan UF. Pasca laporan itu masuk, korban menghilang pada Rabu (7/1/2026) dini hari. Hingga saat ini korban masih belum ditemukan.
Red T












