BERITA UTAMADaerahHUKRIMKesehatanTAGTNI POLRI

Berisiko Tumbang dan Sentuh Kabel Listrik, Warga Jrengik Terpaksa Tebang Mandiri Pohon Mahoni Raksasa di Jalan Raya

×

Berisiko Tumbang dan Sentuh Kabel Listrik, Warga Jrengik Terpaksa Tebang Mandiri Pohon Mahoni Raksasa di Jalan Raya

Share this article

RADARTEMPO.ID Sampang — Sebuah pohon mahoni berukuran besar yang berdiri tepat di tepi Jalan Raya Jrengik, Ke
camatan Jrengik, Kabupaten Sampang, akhirnya ditebang secara mandiri oleh warga, setelah bertahun-tahun dikhawatirkan rawan tumbang dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Ironisnya, penebangan tersebut bukan dilakukan oleh pemerintah daerah, melainkan atas inisiatif warga sendiri karena kondisi pohon dinilai sudah sangat membahayakan.

Selain berukuran besar dan berusia tua, batang serta dahan pohon mahoni itu juga telah menyentuh kabel listrik yang melintas di atas badan jalan.

Padahal, lokasi pohon berada di jalur nasional penghubung antar kabupaten di Pulau Madura yang setiap hari dilalui kendaraan roda dua, roda empat hingga kendaraan besar.
Salah satu warga, H. Syamsudin, yang rumahnya tepat berada di bawah pohon tersebut, menuturkan bahwa kekhawatiran terhadap potensi kecelakaan sudah dirasakan sejak lama.

Ia mengaku takut sewaktu-waktu pohon itu roboh dan menimpa rumahnya, serta membahayakan pengendara yang melintas.

Kami sangat khawatir. Pohon sudah besar, miring, dan kabel listrik juga sudah tersentuh.

Kalau sampai roboh, risikonya bukan hanya rumah saya, tapi juga pengguna jalan,” ungkapnya.

Karena tidak ingin menunggu terjadinya musibah, H. Syamsudin akhirnya mengambil langkah sendiri dengan melakukan penebangan pohon secara mandiri.

Namun, sebelum proses dilakukan, ia tetap berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait, yakni pihak PLN, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sampang, Dinas Perhubungan Kabupaten Sampang, serta Polsek Jrengik.

Ramai dibaca :  Polres Malang Bongkar Arena Perjudian Sabung Ayam di Kalipare Malang

Koordinasi tersebut dilakukan mengingat posisi pohon berada di tepi jalan ramai serta bersinggungan langsung dengan jaringan listrik.

Saya ucapkan terima kasih kepada petugas PLN, Dinas Perhubungan, serta anggota TNI–Polri di Jrengik yang sudah membantu pengamanan dan pengaturan lalu lintas, sehingga penebangan bisa berjalan aman dan tidak sampai menimbulkan kemacetan panjang,” ujar H. Syamsudin, Rabu (18/02/2026).

Namun, di balik kelancaran proses penebangan itu, muncul pertanyaan besar: mengapa pohon berisiko tinggi di jalur padat kendaraan harus ditebang oleh warga secara swadaya?

Padahal, pohon tersebut berada di fasilitas umum dan jalur nasional yang semestinya menjadi perhatian serius pemerintah daerah, khususnya dalam aspek mitigasi risiko dan keselamatan publik.

Kalau kami tidak berinisiatif menebang, saya yakin pohon ini suatu saat pasti tumbang. Apalagi sekarang musim hujan dan angin kencang.

Kalau sampai menunggu kejadian, risikonya bisa memakan korban,” tegasnya.

Peristiwa ini menjadi sinyal kuat lemahnya langkah antisipatif terhadap potensi bahaya di ruang publik. Warga berharap, ke depan, instansi terkait di Kabupaten Sampang tidak hanya hadir saat penebangan dilakukan, tetapi juga lebih proaktif melakukan pemantauan dan penanganan pohon-pohon rawan tumbang, khususnya di sepanjang jalur padat lalu lintas.

Sebab, keselamatan masyarakat tidak seharusnya bergantung pada inisiatif dan biaya pribadi warga semata.

RED T

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Konten dilindingi !!