PATI — Rabat beton di wilayah Ngembe, Desa Dukuhmulyo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, menjadi sorotan warga setelah kerusakan disebut muncul tak lama setelah pekerjaan selesai. Warga juga mempertanyakan apakah ukuran dan mutu jalan sesuai dengan yang tercantum pada papan proyek.
Papan proyek menyebut pembangunan rabat beton sepanjang 240 meter, lebar 3 meter, dan tebal 12 sentimeter. Anggaran yang tercantum mencapai Rp137.927.000. Proyek itu disebut dilaksanakan secara swakelola oleh TPK Desa Dukuhmulyo.
Di lapangan, warga menyebut lebar jalan sekitar 280 sentimeter dan ketebalan sekitar 10 sentimeter. Mereka juga mempersoalkan mutu campuran beton, termasuk penggunaan semen dan pasir. Klaim ukuran tersebut perlu dipastikan melalui pengukuran teknis yang dapat diperiksa bersama.
Pertanyaan warga sederhana: jika spesifikasi di papan proyek berbeda dari hasil pekerjaan, siapa yang akan menjelaskan dan bertanggung jawab? Anggaran publik sebesar itu layak disertai hasil yang sesuai spesifikasi—bukan kerusakan dan pertanyaan yang dibiarkan menggantung.
Warga mendesak pemerintah desa dan TPK membuka dokumen spesifikasi, menjelaskan pengawasan pekerjaan, serta menyampaikan hasil pemeriksaan teknis secara transparan. Jika ditemukan kekurangan, mereka meminta perbaikan dilakukan dan pertanggungjawaban disampaikan kepada masyarakat.
Sampai berita ini disusun, belum ada hasil pemeriksaan teknis yang memastikan adanya ketidaksesuaian. Karena itu, dugaan mengenai ukuran maupun mutu pekerjaan masih harus diverifikasi. Pihak desa dan TPK perlu diberi ruang untuk menyampaikan klarifikasi.
Dana publik menuntut keterbukaan. Warga menunggu jawaban, bukan sekadar papan proyek.












