BERITA UTAMADaerahHUKRIMTAGTNI POLRI

Patrol Sahur Berujung Tawuran di Panceng Gresik, 2 Pemuda Terbacok

×

Patrol Sahur Berujung Tawuran di Panceng Gresik, 2 Pemuda Terbacok

Share this article

RADARTEMPO.ID Gresik — Kegiatan patrol sahur yang dilakukan para pemuda di Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, berujung tawuran pemuda antardesa. Dua orang dilaporkan mengalami luka akibat sabetan senjata tajam dan harus mendapatkan perawatan medis.

Informasi yang dihimpun Radartempo.id, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (27/2/2026) sekitar pukul 00.30 Wib di Desa Campurejo, tepatnya di depan sebuah tempat billiard dan kafe. Tawuran melibatkan kelompok pemuda dari Desa Campurejo dan Desa Banyutengah.

Kejadian bermula saat rombongan pemuda Campurejo melakukan kegiatan patrol sahur dan berpapasan dengan pemuda dari Desa Banyutengah. Saat bertemu, keduanya saling lempar bom air dan memanas setelah terjadi adu mulut di antara kedua kelompok.

Para pemuda Desa Campurejo, sempat mundur dan meninggalkan lokasi. Namun tak terima kalah cekcok mulut, kelompok pemuda Desa Banyutengah mendatangi para pemuda Desa Campurejo.

Saat di lokasi kejadian, keduanya terlibat tawuran. Di tengah kericuhan, salah satu pemuda Desa Banyutengah, mengeluarkan senjata tajam dan membacok dua pemuda Desa Campurejo.

Akibat kejadian itu, dua pemuda Desa Campurejo bernama Moh. Ruhul Madani (25) dan Wahyu Agung Pratama (24) mengalami luka bacok. Wahyu Agung Pratama dilarikan ke RS Ibnu Sina Gresik lantaran mengalami luka di bagian perut sementara Moh. Ruhul Madani menjalani perawatan di Puskesmas Panceng.

Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya membenarkan adanya kejadian tersebut. Pihak kepolisian telah menerima laporan dan saat ini masih melakukan penyelidikan.

Ramai dibaca :  Ketua TNI-AD PPAD Surabaya -Jawa Timur : Pentingnya Ajang Silalaruhmi Bahas Ketahanan Pangan Fondasi Utama Bersama Awak Media

“Benar, korban sudah membuat laporan,” kata AKP Arya Widjaya.

AKP Arya Widjaya menambahkan, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan sejumlah saksi dan lokasi kejadian.

“Masih melakukan pemeriksaan dan penyelidikan. Beri waktu kita 3 hari,” tambahnya.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya para pemuda, agar tidak melakukan aksi yang dapat memicu konflik. Terlebih di bulan Ramadan yang seharusnya diisi dengan kegiatan positif dan menjaga situasi kondusif lingkungan.

“Kalau melihat kejadian tawuran atau lainnya, kita mengimbau sebelum terjadi bisa menghubungi 110 atau Lapor Kapolres Cak Rama,” pungkasnya.

RED T

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Konten dilindingi !!