BERITA UTAMADaerahHUKRIMTAG

Pernah Meraih Beasiswa Kemenag Saat Magister dan Doktoral, Politisi Lia Istifhama Ungkap Apresiasi

×

Pernah Meraih Beasiswa Kemenag Saat Magister dan Doktoral, Politisi Lia Istifhama Ungkap Apresiasi

Share this article

RADARTEMPO.ID SURABAYA – Tidak banyak yang tahu, Anggota DPD RI Dr. Lia Istifhama pernah merasakan langsung manfaat beasiswa dari negara saat menempuh pendidikan magister dan doktoral. Pengalaman itu membentuk pandangannya tentang makna beasiswa sebagai amanah, bukan sekadar fasilitas akademik.

Politisi yang akrab disapa Ning Lia itu mengungkapkan, dirinya memang sempat bercita-cita meraih beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Namun kesempatan tersebut belum ia dapatkan.

“Kalau LPDP memang impian saya, namun belum saya raih karena waktu S1 saya kuliah di tiga tempat sehingga kurang mempelajari akses tersebut,” ujarnya, Selasa (24/2).

Meski demikian, jalan rezeki pendidikan tetap terbuka. Saat menempuh jenjang magister (S2), Lia memperoleh beasiswa penuh dari Kementerian Agama (Kemenag). Seluruh biaya kuliahnya ditanggung hingga lulus.

“Alhamdulillah saat S2 mendapatkan beasiswa studi dari Kemenag, full kuliah gratis,” ungkapnya.

Tak berhenti di situ, ketika melanjutkan studi doktoral (S3), ia kembali mendapatkan Bantuan Penyelesaian Pendidikan (BPP). Selama satu tahun, ia terbebas dari biaya kuliah.

“Saat S2 seharusnya saya bisa selesai 1,5 tahun. Tapi karena beasiswa untuk empat semester, saya lulus dua tahun. Dari situ saya belajar bersabar. Setiap rezeki yang kita dapatkan pasti ada konsekuensinya,” katanya.

Menurut Lia, pengalaman tersebut memberi pelajaran penting tentang tanggung jawab moral penerima beasiswa. Ia menilai setiap bantuan pendidikan dari negara harus dikembalikan dalam bentuk kontribusi nyata kepada masyarakat.

Ramai dibaca :  Kapolres Gresik dan Ketua MUI Bersama Insan Pers Santunan Anak Yatim di Bulan Suci Ramadhan 1447 H 2026

Karena itu, dalam berbagai forum pendidikan, ia kerap menekankan pentingnya orientasi pengabdian setelah menyelesaikan studi.

“Beasiswa bukan hanya soal gelar, tetapi tentang bagaimana ilmu yang kita peroleh bisa kembali menjadi energi kemajuan bangsa,” tegas keponakan Gubernur Jawa Timur tersebut.

Bagi Lia, beasiswa adalah strategi besar negara menyiapkan generasi unggul. Dan generasi unggul, menurutnya, harus hadir untuk membangun Indonesia.

ANIL

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Konten dilindingi !!