Sidoarjo Radartempo.id – Grand Final Pemilihan Putra Putri Delta Sidoarjo 2026 berlangsung semarak dan memukau. Lenggak-lenggok para finalis yang tampil percaya diri di atas panggung utama sukses menyedot perhatian penonton yang memadati arena pada Minggu, 25 Januari 2026.
Dengan balutan busana yang merepresentasikan karakter, budaya, dan kepribadian masing-masing, para finalis melangkah mantap menyusuri panggung. Setiap ayunan langkah, tatapan penuh keyakinan, serta gestur yang terkontrol memancarkan kepercayaan diri—merefleksikan proses pembinaan dan pendampingan panjang yang mereka jalani hingga mencapai malam puncak.
Tak sekadar menampilkan kemampuan catwalk, para finalis menghadirkan harmoni antara sikap elegan, senyum ramah, dan pembawaan berwibawa. Lenggak-lenggok mereka seolah bercerita tentang semangat generasi muda Sidoarjo yang berdaya saing, menjunjung nilai budaya, dan siap mengemban peran sebagai duta daerah. Tepuk tangan riuh penonton terus mengiringi setiap penampilan, menandai antusiasme sekaligus apresiasi publik terhadap kualitas para kandidat terbaik tahun ini.
Grand final Pemilihan Putra Putri Delta Sidoarjo 2026 yang memperebutkan Piala Senator DPD RI Lia Istifhama ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga wadah strategis pembentukan karakter generasi muda. Kegiatan dibagi dalam tiga kategori—cilik, remaja, dan dewasa—sebagai bentuk komitmen menjaring dan membina potensi sejak usia dini hingga dewasa.
Di atas panggung, para peserta tidak hanya berlomba memancarkan pesona fisik, tetapi juga membawa pesan kecerdasan, etika, serta kepedulian sosial. Penampilan mereka menjadi simbol kesiapan generasi muda Sidoarjo untuk melangkah lebih jauh, berkontribusi nyata, dan mengharumkan nama daerah di level yang lebih luas.
Pada kesempatan tersebut, Senator DPD RI Dr. Lia Istifhama, M.E.I. hadir memberikan sambutan sekaligus motivasi. Ia menyampaikan apresiasi kepada para orang tua, dewan juri, panitia, serta seluruh pihak yang berperan aktif dalam pembinaan generasi muda melalui ajang Putra Putri Delta Sidoarjo.
Lia Istifhama berharap para peserta dapat tumbuh menjadi anak bangsa yang produktif, berkarakter, dan berprestasi. Ia juga mengapresiasi kualitas para finalis yang dinilainya memiliki talenta luar biasa, sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi dewan juri dalam menentukan yang terbaik.
Dalam sambutannya, Lia Istifhama turut berbagi pengalaman pribadi saat pernah mengikuti ajang duta daerah pada masa lalu. Meski kala itu belum berhasil meraih gelar juara, pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga. Ia pun berpesan agar para finalis senantiasa memahami dan mematuhi ketentuan serta standar operasional prosedur (SOP) dalam setiap kompetisi yang diikuti.
Selain itu, ia menekankan pentingnya mengangkat nilai dan keunggulan lokal. Menurutnya, putra-putri daerah memiliki tanggung jawab moral untuk memperkenalkan identitas, potensi, dan kekhasan wilayah asalnya. Dalam konteks Sidoarjo, nilai-nilai lokal harus menjadi kekuatan utama yang ditampilkan para finalis.
Lia Istifhama juga mengingatkan bahwa hasil kompetisi bukanlah akhir dari perjalanan. Menang atau belum meraih gelar hanyalah salah satu tahapan menuju kesuksesan.
“Bisa jadi hari ini belum juara, tetapi di waktu dan tempat lain justru akan menjadi juara,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran dan doa orang tua dalam setiap langkah anak-anaknya. Dukungan keluarga, menurutnya, adalah sumber kekuatan utama dalam meraih cita-cita.
Menutup sambutannya, Lia Istifhama memotivasi seluruh finalis agar terus menghargai proses, menjaga semangat berkarya, dan menjadikan pengalaman Pemilihan Putra Putri Delta Sidoarjo 2026 sebagai bekal berharga untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi.
Anil












