Sidoarjo – Balai Karantina Jawa Timur menyelenggarakan rangkaian kegiatan pemeriksaan kesehatan, bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta vaksinasi rabies. Aksi sosial tersebut sebagai bentuk kepedulian karantina bagi masyarakat sekitar, dalam rangka Hari Karantina Ke-149 dan Hari Ulang Tahun Ke-3 Badan Karantina Indonesia (Barantin).
Sekretaris Utama Barantin, Shahandra Hanitiyo, menekankan bahwa peringatan ini menjadi ajang evaluasi kinerja. “Peringatan hari lahir bukan sekadar seremoni kilas balik, melainkan momen krusial untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap kinerja kita,” ujar Shahandra saat membuka rangkaian kegiatan di Kantor Karantina Jawa Timur, Selasa (29/9).
Shahandra mengatakan bahwa peringatan tahun ini mengusung tema “Dari Penjaga Gerbang ke Diplomasi Ekonomi Menuju Indonesia Emas”. Tema tersebut menggambarkan peran karantina yang tidak hanya melindungi sumber daya hayati dari hama dan penyakit, tetapi juga mendukung kelancaran perdagangan dan daya saing produk nasional di pasar global.
Dalam kesempatan yang sama Kepala Biro Hukum dan Humas Barantin sekaligus Plt. Kepala Karantina Jawa Timur, Hudiansyah Is Nursal, menyebut Jawa Timur sebagai salah satu gerbang utama logistik dan perdagangan nasional, baik domestik maupun internasional. Karena itu menurutnya, integritas dan dedikasi petugas di bandara, pelabuhan, dan pos lintas batas menjadi kunci menjaga wilayah dari ancaman penyakit hewan, ikan, dan tumbuhan.
Berdasarkan capaian hingga kuartal ketiga 2026, Karantina Jawa Timur mencatat kemajuan pada digitalisasi layanan, percepatan waktu layanan ( _dwelling time_ ), dan ketajaman deteksi laboratorium, termasuk pemanfaatan Uji PCR ( _Polymerase Chain Reaction_ ). Meski demikian, ia menyebut tiga hal yang masih perlu diperkuat, yaitu kompetensi sumber daya manusia, integritas dan transparansi layanan, serta sinergi dengan instansi lain seperti TNI, Polri, Bea Cukai, dan pemerintah daerah.
“Mari jadikan peringatan Hari Karantina Ke-149 dan HUT Ke-3 Barantin ini sebagai batu loncatan untuk membangun Balai Karantina Jawa Timur yang lebih solid, responsif, dan tangguh,” katanya.
Rangkaian kegiatan dimulai pukul 06.00 WIB dengan jalan sehat yang diikuti pegawai, mitra, dan pengguna jasa karantina. Setelah pembukaan, Balai Karantina Jawa Timur membuka tiga layanan untuk masyarakat. Layanan pertama adalah pemeriksaan kesehatan gratis oleh Tim Balai Besar Kekarantina Kesehatan (BBKK) Surabaya, meliputi cek tekanan darah, gula darah, indeks massa tubuh, dan deteksi dini tuberkulosis (TBC).
Layanan kedua adalah bazar UMKM binaan yang menjual sembako dan produk pangan dengan harga terjangkau. Layanan ketiga adalah vaksinasi rabies gratis untuk hewan kesayangan oleh dokter hewan karantina, sebagai upaya pencegahan penyakit yang dapat menular ke manusia.
Turut hadir Deputi Karantina Hewan Sriyanto, Plt. Deputi Karantina Ikan Sugeng Sudiarto, dan Kepala Balai Uji Terap Teknik dan Metode Apris Beniawan. Hadir pula perwakilan instansi mitra, antara lain Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah III, Lanudal Juanda, Kanwil DJP Jawa Timur II, Kanwil Bea Cukai Jawa Timur I, KPPBC Tipe Madya Pabean Juanda dan Tanjung Perak, BKSDA Jawa Timur, Kanwil Kementerian Agama Jawa Timur, BKN Kanreg II, dua balai pengendalian mutu hasil perikanan di Surabaya, dan RRI Jawa Timur.
Selain itu, hadir perwakilan dari PT Angkasa Pura Indonesia, PT Terminal Petikemas Surabaya, PT Pelabuhan Indonesia (Persero), para ketua asosiasi, pimpinan perusahaan pengguna jasa karantina, dan keluarga besar Balai Karantina Jawa Timur.
Hari Karantina Ke-149 menandai perjalanan layanan karantina di Indonesia sejak 1877. Adapun Barantin dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 45 Tahun 2023 sebagai lembaga pemerintah non-kementerian yang bertugas melindungi kelestarian sumber daya hayati hewan, ikan, dan tumbuhan serta keamanan pangan dari ancaman hama dan penyakit. Peringatan ini berlangsung serentak di seluruh unit karantina se-Indonesia sejak 1 September hingga 24 Oktober 2026.
(Anil)


