TULUNGAGUNG RADARTEMPO.ID – Pemerintah Kabupaten Tulungagung memperkuat komitmen menjaga keamanan dan kondusivitas daerah melalui Apel Kebangsaan 3 Pilar bertajuk “Jaga Indonesia, Jogo Tulungagung” yang digelar di halaman Kantor Bupati Tulungagung.
Apel tersebut dipimpin langsung oleh Plt. Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., serta dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk Kapolres Tulungagung dan Dandim 0807/Tulungagung.
Kegiatan ini menjadi wadah konsolidasi bersama antara pemerintah daerah, TNI, Polri, organisasi kemasyarakatan, perguruan pencak silat, ASN, mahasiswa, pelajar, hingga berbagai elemen masyarakat.
Sejumlah organisasi dan perguruan silat turut ambil bagian dalam apel kebangsaan tersebut, di antaranya GRIB Jaya, Pagar Nusa, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), IKSPI Kera Sakti, GP Ansor, Banser, serta berbagai elemen kemasyarakatan lainnya.

Dalam amanatnya, Ahmad Baharudin menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bukan semata menjadi tanggung jawab aparat keamanan. Menurutnya, seluruh komponen masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga Tulungagung tetap aman dan harmonis.
Ia menekankan pentingnya membangun komunikasi, memperkuat kebersamaan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi yang dapat mengganggu persatuan dan stabilitas daerah.
“Tulungagung adalah rumah kita bersama. Jika Pemerintah Daerah, TNI dan Polri bersinergi dengan seluruh organisasi masyarakat, perguruan silat serta generasi muda, maka tidak ada ruang bagi pihak-pihak yang ingin memecah belah persatuan kita,” tegas Ahmad Baharudin.
Apel Kebangsaan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mencegah munculnya konflik sosial di tengah masyarakat.
Perbedaan latar belakang organisasi maupun perguruan silat, menurutnya, harus menjadi kekuatan dan kekayaan sosial, bukan justru berkembang menjadi pemicu perselisihan.
Komitmen tersebut dinilai penting, terutama dalam mencegah potensi gesekan di tingkat akar rumput, termasuk persoalan yang dapat muncul akibat aktivitas konvoi maupun kesalahpahaman antar kelompok.
Melalui komunikasi yang baik, musyawarah dan semangat persaudaraan, seluruh persoalan diharapkan dapat diselesaikan tanpa menimbulkan gangguan terhadap situasi kamtibmas.
Dengan mengusung semangat “Jaga Indonesia, Jogo Tulungagung”, seluruh peserta apel menyatakan kesiapan untuk bersatu menjaga keamanan, ketertiban, persatuan dan keharmonisan di Kabupaten Tulungagung.
Sinergi tiga pilar bersama seluruh elemen masyarakat diharapkan terus menjadi benteng utama dalam menjaga Tulungagung tetap aman, damai dan kondusif.
(Singgih)












