BERITA UTAMADaerahInternasionalPEMERINTAHANPeristiwaPOLRI

Gempa M 7,7 Guncang NTT, Brimob Gerak Cepat Evakuasi Korban dan Buka Akses Jalan

×

Gempa M 7,7 Guncang NTT, Brimob Gerak Cepat Evakuasi Korban dan Buka Akses Jalan

Share this article

Radartempo.id — NTT, Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Pascagempa, Satuan Brimob Polda NTT langsung diterjunkan ke sejumlah wilayah terdampak untuk melakukan evakuasi, penyelamatan, pengamanan, hingga membuka akses jalan.

Komandan Satuan Brimob Polda NTT Kombes Pol. Afrizal Asri memerintahkan 88 personel Batalyon B Pelopor bergerak ke sejumlah titik terdampak, di antaranya Manggarai, Labuan Bajo, Ruteng, Ende, dan Maumere.

Di Labuan Bajo, personel Kompi 1 Batalyon B Pelopor melakukan patroli dan pengecekan di kawasan Hotel Jayakarta, Desa Gorontalo. Sejumlah bangunan dilaporkan mengalami kerusakan. Personel juga membantu dua warga negara asing (WNA) yang mengalami luka ringan akibat material bangunan serta mengantar WNA lainnya ke RS Siloam Labuan Bajo.

Sementara di Ruteng, Kabupaten Manggarai, personel Kompi 2 Batalyon B Pelopor bergerak ke RSUD Ben Mboi untuk membantu mengevakuasi pasien dari dalam gedung menuju lokasi yang lebih aman.

Personel juga membersihkan puing-puing di Kantor Bank NTT Cabang Ruteng serta menyiapkan tenda di luar rumah sakit sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan gempa susulan.

Di Ende, personel Kompi 3 Batalyon B Pelopor bersama Kodim 1602 Ende dan Dinas Pekerjaan Umum melakukan pembersihan serta membuka akses Jalan Trans Ende–Bajawa yang terdampak gempa.

Sedangkan di Maumere, personel Kompi 4 Batalyon B Pelopor bersama unsur gabungan melakukan evakuasi reruntuhan di Terminal Penumpang Pelabuhan Lorens Say.

Ramai dibaca :  Perkuat Sinergi dan Kebinekaan, Kapolres Pamekasan Gelar FGD Bersama Elemen Masyarakat

Dalam proses pencarian di lokasi tersebut, petugas menemukan tiga korban. Dua korban telah teridentifikasi meninggal dunia, sementara satu korban masih dalam proses identifikasi.

Dua korban yang telah teridentifikasi yakni Barnadus Muda (66), yang dilaporkan meninggal akibat syok, serta Maria Diana Meliana (54), yang meninggal setelah tertimpa reruntuhan bangunan terminal.

Hingga kini, penanganan dampak gempa di sejumlah wilayah NTT masih berlangsung. Satbrimob Polda NTT bersama instansi terkait terus melakukan evakuasi, pembersihan material, pemantauan kondisi lapangan, dan membuka akses yang terdampak.

Masyarakat juga diimbau tetap tenang serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.

 

Moch.fuad

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Konten dilindingi !!