Radartempo.id — Surabaya Mobil ambulans yang semestinya digunakan untuk mendukung pelayanan kesehatan justru disalahgunakan sebagai kendaraan untuk mencuri kursi besi milik Pemerintah Kota Surabaya. Kasus tersebut terbongkar setelah Naufal (29), analis kesehatan asal Sumenep, Madura, diamankan polisi.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfi Sulistiawan mengungkapkan, tersangka memanfaatkan aksesnya terhadap kendaraan ambulans di klinik tempatnya bekerja untuk menjalankan aksinya pada malam hingga dini hari.
“Pelaku memiliki akses terhadap ambulans di tempatnya bekerja. Kendaraan tersebut kemudian dipinjam lalu digunakan untuk mengangkut kursi besi yang menjadi sasaran pencurian,” ujar Luthfi, pada Senin (10/8).
Menurut Luthfi, aksi tersebut dilakukan sekitar pukul 02.00 WIB. Dengan mengendarai ambulans, pelaku berkeliling mencari kursi besi yang bautnya telah terlepas.
Kondisi kursi yang bautnya tidak lagi terkunci membuat pelaku tidak perlu melakukan pembongkaran atau merusak pengaman. Kursi besi tersebut kemudian diangkut menggunakan ambulans.
Dalam prosesnya, pelaku terkadang meminta bantuan warga yang berada di sekitar lokasi, termasuk tukang becak maupun petugas kebersihan. Mereka diminta membantu mengangkat atau menarik kursi besi menuju ambulans.
Sebagai imbalan, pelaku memberikan uang sekitar Rp20 ribu kepada orang yang membantunya.
“Pelaku mencari kursi besi yang penguncinya sudah tidak terpasang. Setelah menemukan, kursi tersebut dimasukkan ke ambulans dengan cara ditarik atau diangkat. Dalam beberapa kesempatan, pelaku meminta bantuan orang sekitar dengan memberikan upah,” jelas Luthfi.
Setelah berhasil mengangkut kursi besi, pelaku kemudian membawa barang tersebut menggunakan ambulans dan menurunkannya di kawasan Kaliwaron, Surabaya.
Usai meninggalkan barang tersebut, pelaku kembali pulang. Pada pagi harinya, kursi besi itu kemudian dibawa ke tempat pengepul untuk ditimbang dan dijual.
Aksi pelaku akhirnya terbongkar ketika anggota Satpol PP Kota Surabaya melintas di lokasi dan melihat keberadaan kursi besi yang diketahui merupakan fasilitas milik Pemerintah Kota Surabaya.
Petugas Reskrim Polsek Gubeng mendatangi pelaku dan menanyakan asal-usul kursi besi tersebut. Karena tidak dapat memberikan penjelasan yang meyakinkan, pelaku selanjutnya dibawa ke Mako Polsek Gubeng.
Moch.fuad












