BERITA UTAMA

Muktamar NU, Ning Lia Ziarah Sejarah ke Tambakberas dan Bertemu Bu Mun

×

Muktamar NU, Ning Lia Ziarah Sejarah ke Tambakberas dan Bertemu Bu Mun

Share this article

RADARTEMPO.ID JOMBANG – Langkah kaki Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama atau akrab disapa Ning Lia, terasa berbeda saat memasuki kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Bukan sekadar kunjungan, melainkan perjalanan hati untuk menelusuri jejak sang ayah, almarhum KH. Masykur Hasyim, yang pernah menimba ilmu di pesantren bersejarah tersebut.

Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang akan digelar di Tambakberas pada 27–31 Agustus 2026, Ning Lia memilih kembali ke tempat yang memiliki makna mendalam bagi keluarganya. Di sanalah, nilai-nilai keilmuan, keikhlasan, dan pengabdian pernah ditempa dalam diri ayahnya.

“Alhamdulillah, hari ini saya bisa napak tilas sejarah NU di Tambakberas. Bagi saya, ini bukan hanya perjalanan mengenang sejarah organisasi, tetapi juga perjalanan spiritual karena ayah saya pernah belajar di pesantren ini,” ujar Ning Lia, Ahad (2/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Ning Lia bersilaturahmi dengan Ibu Nyai Mundjidah Wahab (Bu Mun), putri pendiri Nahdlatul Ulama, KH. Wahab Chasbullah, sekaligus tokoh yang telah lama mengabdikan hidupnya untuk pendidikan, dakwah, dan masyarakat. Turut mendampingi, Mujtahidur Ridho atau Gus Edo, salah satu pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum.

Bagi Ning Lia, pertemuan itu bukan sekadar silaturahmi. Ia merasa memperoleh banyak pelajaran tentang kepemimpinan, ketulusan melayani masyarakat, hingga pentingnya menjaga kesehatan agar tetap mampu mengabdi.

“Beliau memberi pelajaran penting bagi saya sebagai politisi muda, bahwa merawat umat dimulai dari merawat diri sendiri. Saya bahkan beruntung mendapat resep minuman sehat yang sudah beliau konsumsi secara rutin selama puluhan tahun,” tuturnya sambil tersenyum.

Ramai dibaca :  Pembangunan Jembatan Garuda Dikebut, Warga Turut Ambil Bagian

Yang paling mengesankan bagi Ning Lia adalah semangat Bu Mun yang tetap aktif berkegiatan meski tidak lagi menjabat sebagai Bupati Jombang. Di usia yang tidak lagi muda, Bu Mun masih hadir dalam berbagai aktivitas pendidikan, sosial, dan keagamaan.

Usai bersilaturahmi, Ning Lia menyusuri sudut-sudut pesantren yang pernah menjadi tempat ayahnya menimba ilmu. Setiap langkah seolah menghadirkan kembali kisah perjuangan para santri yang menjadikan ilmu sebagai bekal mengabdi kepada agama, bangsa, dan negara.

Sapaan hangat para santri disambut ramah olehnya. Ia pun menyempatkan diri berbincang dan memberikan semangat kepada mereka agar tidak pernah ragu menggantungkan cita-cita setinggi mungkin.

“Almarhum ayah saya adalah alumni Tambakberas, kemudian mengabdikan diri sebagai anggota dewan. Alhamdulillah, saya sebagai putrinya kini mendapat amanah menjadi Anggota DPD RI mewakili Jawa Timur. Kalian juga bisa menjadi apa pun yang kalian cita-citakan, selama terus belajar, berakhlak baik, dan ingin bermanfaat bagi masyarakat,” pesannya.

Bagi Ning Lia, Tambakberas bukan sekadar pesantren bersejarah. Tempat itu menjadi pengingat bahwa setiap perjuangan besar selalu berawal dari ruang-ruang sederhana tempat ilmu, adab, dan keikhlasan ditanamkan. Dari jejak sang ayah, ia menemukan kembali semangat untuk terus mengabdi kepada umat, bangsa, dan Nahdlatul Ulama.

(Anil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Konten dilindingi !!