Radartempo.id — Malang Dugaan penyaluran bantuan sapi di Desa Sidoluhur, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, memunculkan tanda tanya. Hingga 29/6/2026 belum ada keterangan resmi tertulis dari Pemerintah Desa Sidoluhur, Selasa 29/6/2026.
Awak media menemui Kepala Desa Sidoluhur inisial M. “Tidak tahu apa-apa,” ujar Kades M.
Namun dalam kesempatan sama, Kades M juga menyebut bantuan sudah dikelola kelompok. “Bukan tidak tahu Mas, tapi sudah pembentukan Ketua Kelompok Desa,” katanya. Pernyataan yang berbeda itu memunculkan pertanyaan warga.
Sementara itu, Kasun L ditemui di warung kopi depan Balai Desa Sidoluhur. Saat dikonfirmasi, Kasun L menolak berkomentar. “Tidak berhak untuk menjawab,” ujar L.
Warga Dusun Blandongan inisial K mengaku pernah mendaftar 2 kali ke ketua kelompok. “Tapi tidak direspon sama ketua kelompok sapi,” kata K.
Warga inisial P mengaku pernah diajak salah satu oknum Kasun Sidoluhur inisial L ke Gunung Tumpuk untuk foto bersama sapi dan diberi uang Rp50 ribu. Pengakuan itu dibenarkan warga lain berinisial Mail.
Saat dikonfirmasi via WhatsApp, Carik Desa Sidoluhur merespons:
“Siap matur nuwun pak. Segera saya tindak lanjuti dugaan jenengan, dan segera saya kasih jawaban. Saya meluncur ke ketua kelompok peternak dulu engge.”
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada konfirmasi atau dokumen tertulis dari Carik maupun pihak Pemerintah Desa Sidoluhur terkait data penerima dan mekanisme penyaluran.
Warga mendesak Pemerintah Desa Sidoluhur segera membuka daftar penerima, mekanisme seleksi, dan pertanggungjawaban bantuan sapi agar program tepat sasaran dan tidak menimbulkan kecurigaan.
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi membuka ruang hak jawab seluas-luasnya kepada Kepala Desa, Kasun L, Carik, dan Ketua Kelompok penerima bantuan sesuai UU Pers No. 40 Tahun 1999.
Moch.fuad












