Sampang Radartempo.id – Mulai awal Januari 2026, masyarakat Sampang tidak lagi harus datang sejak dini hari ke rumah sakit demi mendapatkan nomor antrean.
RSUD dr. Mohammad Zyn (RSMZ) Kabupaten Sampang resmi memberlakukan sistem pendaftaran baru bagi peserta BPJS Kesehatan, Rabu (7/1/2026).
Dalam kebijakan tersebut, seluruh pasien BPJS diwajibkan melakukan pendaftaran terlebih dahulu melalui aplikasi Mobile JKN sebelum berkunjung ke rumah sakit.
Langkah ini diambil sebagai solusi atas permasalahan antrean panjang dan penumpukan pasien di loket pendaftaran.
Humas RSUD dr. Mohammad Zyn, Amin Jakfar, menjelaskan bahwa digitalisasi sistem antrean merupakan bagian dari upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
“Tujuannya agar proses pelayanan lebih cepat dan antrian di rumah sakit bisa diminimalkan,” ungkapnya.
Dengan penerapan sistem ini, pasien dapat mengetahui jadwal pelayanan serta poli yang dituju hanya melalui ponsel.
Pasien pun bisa menyesuaikan waktu kedatangan sesuai nomor antrian yang diperoleh.
“Pasien tidak perlu menunggu lama di rumah sakit. Datang mendekati jam pelayanan sesuai antriannya,” terangnya.
Pihak rumah sakit juga mengakui bahwa sistem berbasis aplikasi memiliki potensi kendala teknis, terutama jika terjadi gangguan pada jaringan nasional. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tetap bersabar.
“Jika ada gangguan sistem, kami mohon pengertian dari pasien. Namun pelayanan kesehatan tetap kami upayakan berjalan optimal,” tegasnya
Bagi masyarakat yang belum familiar dengan penggunaan aplikasi Mobile JKN, RSUD dr. Mohammad Zyn telah menyediakan petugas pendampingan di area layanan.
“Pasien bisa langsung ke Customer Service. Petugas siap membantu proses pendaftaran dengan ramah dan jelas,” tutupnya
Melalui penerapan antrean online ini, RSUD dr. Mohammad Zyn berharap pelayanan kesehatan di Kabupaten Sampang menjadi lebih efisien, tertib, dan memberikan kenyamanan bagi seluruh pasien. (MLDN)












