RADARTEMPO.ID Ribuan Jamaah Umrah mengalami gangguan perjalanan setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memicu penutupan wilayah udara di sejumlah negara Timur Tengah.
Dampaknya terasa langsung pada operasional penerbangan di kawasan Teluk, yang selama ini menjadi jalur transit utama menuju Arab Saudi.
Banyak Jamaah tertahan di Bandara penghubung seperti Doha, Dubai, dan Bahrain akibat pembatalan serta penundaan penerbangan.
Sejumlah maskapai besar mengonfirmasi gangguan signifikan pada jadwal mereka.
Emirates, Etihad Airways, FIydubai, Qatar Airways, dan Saudia melaporkan pembatalan, penundaan, hingga pengalihan rute sebagai respons atau pembatasan ruang udara.
Maskapai internasional seperti KLM, Virgin Atlantic, Turkish Airlines, Air India, American Airlines, dan Air Canada juga melakukan penyesuaian, termasuk menarik atau memutar balik pesawat yang sudah mengudara demi alasan keselamatan.
Situasi yang berubah cepat membuat ribuan penumpang dari Asia Selatan, Asia Tenggara, Eropa, dan Afrika belum dapat melanjutkan perjalanan menuju Jeddah maupun Madinah.
Bandara transit utama di kawasan Teluk melaporkan lonjakan penumpang tertahan, sebagian harus menunggu berjam-jam bahkan lebih lama tanpa kepastian jadwal keberangkatan.
Kondisi ini mencerminkan besarnya dampak eskalasi konflik terhadap mobilitas global, terutama bagi Jamaah yang tengah bersiap menunaikan ibadah.
RED T












