RADARTEMPO.ID Ketapang Pemerintah Kabupaten Ketapang menambah penyertaan modal sebesar Rp7,5 miliar kepada PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Barat (Bank Kalbar).
Keputusan tersebut disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) yang digelar pada Rabu (17/12).
Bupati Ketapang Alexander Wilyo yang hadir langsung dalam RUPS-LB tersebut menegaskan bahwa kehadiran Pemerintah Kabupaten Ketapang merupakan wujud komitmen sebagai pemegang saham aktif dalam mendukung penguatan permodalan serta peningkatan kinerja Bank Kalbar agar semakin sehat, profesional, dan berdaya saing.
“Penambahan modal ini saya pandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat struktur permodalan Bank Kalbar, sehingga memiliki kapasitas yang lebih besar dalam mendukung pembiayaan pembangunan daerah,” ujar Alexander.
Ia menambahkan, penguatan permodalan diharapkan mampu mendorong peran Bank Kalbar sebagai motor penggerak perekonomian daerah, khususnya dalam mendukung sektor usaha produktif dan program pembangunan di Kabupaten Ketapang.
Selain penambahan penyertaan modal, RUPS-LB juga membahas sejumlah agenda strategis lainnya, antara lain persetujuan laporan Rencana Aksi Pemulihan (Recovery Plan), perubahan struktur organisasi, serta berbagai ketetapan terkait Dewan Pengawas Syariah.
Seluruh agenda tersebut diarahkan untuk memperkuat tata kelola perusahaan (good corporate governance) dan meningkatkan kinerja Bank Kalbar dalam menghadapi dinamika ekonomi ke depan.
Dengan langkah ini, Pemerintah Kabupaten Ketapang berharap Bank Kalbar semakin solid, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah maupun kesejahteraan masyarakat Kalimantan Barat.
Red T












