BERITA UTAMADaerahHUKRIMKesehatanTAGTNI POLRI

Empat Hari Hilang di Laut, Nelayan Asal Sepuluh Ditemukan Meninggal di Pantai Dung Gadung

×

Empat Hari Hilang di Laut, Nelayan Asal Sepuluh Ditemukan Meninggal di Pantai Dung Gadung

Share this article

RADARTEMPO.ID Sampang  Upaya pencarian terhadap nelayan yang dilaporkan hilang di perairan utara Madura akhirnya membuahkan hasil. Setelah empat hari dinyatakan hilang, seorang nelayan asal Kecamatan Sepuluh ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di pesisir Pantai Dung Gadung, Dusun Dung Gadung, Desa Jatra Timur, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Minggu, 1 Maret 2026, sekitar pukul 05.30 WIB.

‎Korban diketahui bernama Andi Yuswandi (37), warga Dusun Pesisir, Desa Sepuluh, Kecamatan Sepuluh. Korban sebelumnya dilaporkan hilang setelah kembali melaut seorang diri pada Jumat (27/2) dini hari.

‎Kasi Humas Polres Sampang membenarkan penemuan tersebut. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, korban terakhir terlihat pada Kamis (26/2) sekitar pukul 22.00 WIB usai pulang melaut. Namun sekitar pukul 01.20 WIB, korban kembali berangkat untuk menjaring ikan seorang diri dan tidak pernah kembali.

‎“Pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sepuluh setelah korban tidak pulang hingga pagi hari,” terangnya.

‎Menindaklanjuti laporan itu, aparat bersama tim gabungan melakukan pencarian sejak Sabtu (28/2) sekitar pukul 08.00 WIB. Unsur yang terlibat dalam operasi pencarian antara lain SAR Sumenep, BPBD Bangkalan, Poskamladu Arosbaya, Polairud Bangkalan serta PMII Bangkalan.

‎Penyisiran dilakukan dengan menyusuri perairan sekitar lokasi hilangnya korban, mengikuti arah arus laut dan memperhitungkan kondisi gelombang. Proses pencarian sempat dihentikan pada sore hari dan dilanjutkan kembali keesokan harinya.

‎Jenazah korban akhirnya ditemukan oleh dua remaja, Afdan Amirul Abror (16) dan Rivandi (17), yang hendak mengambil jaring di sekitar pantai. Keduanya melihat sesosok tubuh tergeletak di bibir pantai dalam kondisi kaku.

‎Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Sahri, dan diteruskan kepada Kepala Dusun Mohammad Rido yang segera menghubungi Polsek Banyuates.

‎Petugas yang tiba di lokasi langsung melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah. Dari hasil identifikasi awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

‎“Kondisi jenazah sudah mengalami pembusukan dengan kulit melepuh dan perubahan warna kebiruan. Dugaan sementara korban tenggelam dan terbawa arus hingga terdampar,” jelas sumber kepolisian.

‎Dalam proses penanganan, pihak keluarga meminta agar jenazah tidak dilakukan autopsi dan langsung dibawa ke rumah duka. Permintaan tersebut disertai surat pernyataan resmi penolakan autopsi serta pernyataan menerima kejadian sebagai musibah dan tidak akan menuntut pihak manapun.

‎Pihak kepolisian menghormati keputusan keluarga setelah memastikan tidak terdapat unsur pidana dalam peristiwa tersebut.

‎Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi para nelayan di wilayah perairan Kabupaten Sampang agar lebih mengutamakan keselamatan saat melaut, terutama pada malam hingga dini hari. Penggunaan alat keselamatan serta mempertimbangkan kondisi cuaca dan arus laut menjadi faktor krusial guna menghindari kejadian serupa.

Ramai dibaca :  Polres Probolinggo Gelar Ramp Check Gabungan Angkutan Pariwisata Nataru 2025–2026

RED T

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Konten dilindingi !!