BERITA UTAMADaerahHUKRIMTAG

Di Balik Hangatnya Halal Bihalal MAKI Jatim: Merajut Hati, Menyatukan Langkah untuk Publik

×

Di Balik Hangatnya Halal Bihalal MAKI Jatim: Merajut Hati, Menyatukan Langkah untuk Publik

Share this article

PASURUAN – Di tengah sejuknya udara Prigen, kehangatan justru terasa begitu kuat. Bukan dari cuaca, melainkan dari hati-hati yang kembali dipertemukan dalam Halal Bihalal MAKI Jawa Timur yang dirangkai dengan launching Pokja Joko Dolog, di Villa Sabar PTPN, Sabtu (4/4/2026).

Gelak tawa, sapa hangat, dan jabat tangan penuh makna menjadi pembuka yang sederhana namun dalam. Setelah melewati bulan Ramadan, momen ini bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi ruang untuk kembali merajut kebersamaan yang mungkin sempat renggang oleh kesibukan dan dinamika perjuangan.

Para pengurus, anggota, relawan, hingga tokoh masyarakat duduk lesehan tanpa sekat. Tidak ada jarak, tidak ada perbedaan. Semua menyatu dalam suasana kekeluargaan yang tulus.

Ketua MAKI Jatim, Heru Satrio, dalam suasana yang hangat itu menyampaikan pesan yang tak sekadar terdengar, tetapi terasa.

“Halal bihalal ini bukan hanya soal saling memaafkan, tapi tentang menguatkan kembali hati kita. Kita di sini bukan hanya sebagai organisasi, tapi sebagai keluarga yang punya tanggung jawab yang sama: menjaga kepentingan masyarakat,” tuturnya pelan namun penuh penekanan.

Ia mengingatkan, di tengah derasnya arus informasi hari ini, masyarakat justru sering kehilangan arah karena minimnya kejelasan. Di situlah peran media dan gerakan sosial menjadi sangat penting.

“Publik tidak kekurangan informasi, tapi kekurangan kejelasan. Maka kita harus hadir, bukan sekadar menyampaikan, tapi juga menguji, mengawal, dan berani meluruskan,” lanjutnya.

Ramai dibaca :  Bupati Sampang Hadiri Senam Kerukunan di Alun-Alun Trunojoyo: Fondasi Pembangunan Pada Peringatan HAB ke-80

Momentum itu pun menjadi semakin bermakna dengan diluncurkannya Pokja Joko Dolog. Bukan sekadar nama, tetapi simbol harapan baru—sebuah ruang kolaborasi yang diharapkan mampu melahirkan gagasan, keberanian, dan gerakan nyata.

“Ini bukan hanya peluncuran, ini adalah awal. Kita ingin Pokja Joko Dolog menjadi ‘suara’ yang jernih, yang berpihak pada kebenaran, dan yang tidak takut berdiri di tengah,” tegas Heru.

Di antara anggukan para peserta, tersimpan harapan yang sama: agar langkah kecil hari itu menjadi awal dari gerakan besar yang berdampak bagi masyarakat luas.

Pemilihan Villa Sabar Prigen pun terasa tepat. Di tempat yang tenang dan jauh dari hiruk pikuk kota, setiap percakapan menjadi lebih bermakna, setiap gagasan menemukan ruangnya.

Diskusi mengalir, ide-ide bertukar, dan semangat perlahan terbangun kembali. Tidak ada formalitas yang kaku—yang ada hanyalah keinginan bersama untuk terus berbuat.

Menjelang akhir acara, doa bersama dipanjatkan. Dalam hening, setiap orang membawa harapan masing-masing—tentang masa depan organisasi, tentang tanggung jawab yang diemban, dan tentang komitmen untuk tetap berada di sisi masyarakat.

Halal bihalal itu pun berakhir dengan ramah tamah sederhana, namun meninggalkan kesan yang mendalam.

Bagi MAKI Jatim, hari itu bukan sekadar pertemuan. Ia adalah pengingat—bahwa di balik setiap gerakan, ada hati yang harus terus dijaga. Bahwa kekuatan sejati bukan hanya pada suara yang lantang, tetapi pada kebersamaan yang tak pernah goyah.

Ramai dibaca :  Helikopter Poludara Baharkam Polri Berhasil Dropping Logistik Bantuan ke Aceh Tamiang

Dan dari Prigen, langkah itu kembali dimulai—dengan hati yang lebih utuh, dan tekad yang semakin kuat.

Anil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Konten dilindingi !!