BERITA UTAMADaerahHUKRIMTNI POLRI

Polsek Banyuates Amankan Lokasi Munculnya Gas Mudah Terbakar dari Sumur Bor di Desa Planggaran Timur

×

Polsek Banyuates Amankan Lokasi Munculnya Gas Mudah Terbakar dari Sumur Bor di Desa Planggaran Timur

Share this article
Foto: Polsek Banyuates Amankan Lokasi Munculnya Gas Mudah Terbakar dari Sumur Bor di Desa Planggaran Timur

Sampang Radartempo.id – ​Kapolsek Banyuates, IPTU Siswanto, S.H., bergerak cepat memimpin pengecekan langsung ke lokasi munculnya fenomena gas alam dari sebuah sumur bor di Dusun Kertaker, Desa Planggaran Timur, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang.

Kehadiran pihak kepolisian ini bertujuan untuk memastikan keamanan lingkungan setelah adanya laporan warga terkait keluarnya aroma gas menyengat saat proses pengeboran air bersih berlangsung.

​Peristiwa ini bermula di lahan milik Madus (49), warga setempat, yang sedang berupaya mencari sumber air untuk kebutuhan pertanian dan domestik. Proses pengeboran yang dipimpin oleh Saruki (35) tersebut awalnya berjalan normal sejak Selasa (13/1/2026).

Namun, situasi berubah mencekam pada Rabu malam (14/1/2026) sekitar pukul 20.00 WIB ketika kedalaman bor mencapai sekitar 51 hingga 53 meter ke dalam tanah.

​Secara tiba-tiba, dari dalam pipa bor keluar hembusan gas yang memiliki bau menyengat dan terindikasi kuat mudah terbakar. Khawatir akan keselamatan jiwa dan risiko ledakan, pemilik lahan segera memutuskan untuk menghentikan seluruh aktivitas pengeboran.

Penemuan ini kemudian dilaporkan kepada pihak berwajib agar segera mendapatkan penanganan yang sesuai dengan standar keselamatan.

​Merespons laporan tersebut, IPTU Siswanto bersama anggota Polsek Banyuates, perangkat desa, serta tokoh masyarakat setempat meninjau lokasi untuk melakukan sterilisasi area.

Petugas langsung memasang garis polisi (police line) di sekeliling sumur guna mencegah warga maupun pengunjung mendekat ke titik semburan gas yang dapat membahayakan keselamatan publik.

Ramai dibaca :  Pastikan Situasi Aman dan Kondusif, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Gelar Gelar Patroli Cipta Kondisi

​Dalam keterangannya, IPTU Siswanto menegaskan bahwa langkah preventif ini mutlak dilakukan untuk mengantisipasi potensi kebakaran atau keracunan gas. Meskipun jarak sumur bor tersebut berada sekitar 100 meter dari pemukiman padat penduduk, pihak kepolisian tetap mengutamakan kewaspadaan tinggi mengingat sifat gas yang belum teridentifikasi jenisnya secara ilmiah.

​Kapolsek juga mengimbau masyarakat luas, baik warga lokal maupun pendatang yang ingin melihat, agar tetap menjaga jarak dan tidak melakukan aktivitas yang memicu percikan api di sekitar lokasi. Kerja sama antara aparat dan warga sangat diharapkan agar situasi di Desa Planggaran Timur tetap kondusif dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama masa pemantauan.

​Sebagai tindak lanjut secara kedinasan, kejadian ini telah dilaporkan secara resmi kepada Kapolres Sampang, AKBP Hartono, S.Pd., M.M. Pihak kepolisian juga telah menjalin koordinasi intensif dengan instansi terkait, termasuk Kementerian ESDM, untuk melakukan uji teknis dan laboratorium terhadap kandungan gas yang keluar dari dalam perut bumi tersebut.

​Langkah pengecekan oleh tim ahli nantinya akan menentukan apakah gas tersebut bersifat berbahaya bagi lingkungan atau justru memiliki potensi manfaat di masa depan. Hingga hasil resmi dikeluarkan, lokasi tersebut akan tetap berada di bawah pengawasan ketat aparat Kepolisian Sektor Banyuates demi menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat setempat.

Red

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Konten dilindingi !!