RADARTEMPO.ID SURABAYA – Upaya mengangkat potensi daerah tidak selalu dimulai dari langkah besar. Terkadang, perhatian terhadap hasil kebun petani dan kepedulian menjaga warisan leluhur menjadi bagian penting dalam merawat identitas sebuah daerah.
Semangat itulah yang mengemuka dalam audiensi Solidaritas Kawasan Industri Nganjuk (KING) bersama anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, di Kantor DPD RI Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Selasa (20/10/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Lia Istifhama, yang akrab disapa Ning Lia, dinobatkan sebagai pembina Solidaritas KING. Audiensi juga menjadi ruang untuk membahas pengembangan kopi lokal serta pelestarian kebudayaan dan adat istiadat masyarakat Nganjuk.
Ketua Umum Solidaritas KING, Raden Aji S. Hartawan, hadir bersama penasihat organisasi, Mangku Damri. Keduanya menyampaikan harapan agar komunikasi dan sinergi dengan perwakilan Jawa Timur di tingkat nasional dapat semakin memperkuat potensi masyarakat daerah.
Raden Aji mengapresiasi dukungan Ning Lia terhadap Solidaritas KING, khususnya kelompok masyarakat (Pokmas) KING. Menurutnya, kedekatan dengan masyarakat menjadi salah satu nilai penting dalam membangun organisasi yang berorientasi pada kepentingan bersama.
“Seluruh jajaran pengurus dan anggota Solidaritas KING, khususnya Pokmas KING, sangat mengapresiasi dukungan dari Ning Lia. Kami menilai beliau sebagai sosok politisi yang dekat dengan rakyat. Karena itu, kami bangga beliau bersedia menjadi pembina Solidaritas KING Jawa Timur,” ujar Raden Aji.
Mengangkat Kopi dari Lereng Argowilis
Di antara potensi lokal yang menjadi pembahasan adalah KING Coffee, produk kopi yang menggunakan biji pilihan dari kawasan lereng Argowilis. Biji kopi tersebut dipetik langsung oleh petani.
Bagi Solidaritas KING, pengembangan produk ini diharapkan tidak hanya memperluas pengenalan kopi lokal, tetapi juga membuka peluang untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian masyarakat.
“KING Coffee menggunakan kopi pilihan dari lereng Argowilis yang dipetik langsung oleh petani. Kami berharap produk ini terus dikembangkan sehingga potensi lokal Nganjuk semakin dikenal luas,” jelas Raden Aji.
Pengembangan produk berbasis hasil pertanian lokal menjadi salah satu jalan untuk memperkenalkan kekayaan daerah kepada masyarakat yang lebih luas. Di sisi lain, keterlibatan petani menjadi bagian penting agar potensi tersebut memiliki manfaat nyata bagi masyarakat setempat.
Menjaga Warisan Budaya Nganjuk
Selain membicarakan kopi lokal, audiensi turut menyoroti pentingnya menjaga kebudayaan dan adat istiadat masyarakat Nganjuk, termasuk keberadaan kampung adat di Dusun Curik, Desa Bajulan, Kabupaten Nganjuk.
Penasihat Solidaritas KING, Mangku Damri, menilai warisan budaya daerah perlu mendapat perhatian agar nilai-nilai yang diwariskan dari generasi ke generasi tetap terjaga.
Ia juga menyampaikan rencana kunjungan Ning Lia ke Pura Kerta Bhuwana Giri Wilis dalam rangkaian acara peresmian Purana Tembaga yang memuat sejarah pura tersebut. Kegiatan itu dijadwalkan berlangsung pada Senin (26/10/2026) pukul 09.00 WIB.
“Kami sangat berterima kasih kepada Ning Lia karena beliau memberikan apresiasi terhadap kebudayaan dan adat istiadat. Kami berharap perhatian ini dapat menjadi dorongan untuk menjaga serta melestarikan warisan budaya di Nganjuk,” pungkasnya.
Pertemuan tersebut mempertemukan dua potensi yang menjadi bagian dari kekayaan Nganjuk: hasil bumi yang menghidupi masyarakat dan warisan budaya yang menjaga identitas daerah. Keduanya diharapkan dapat terus dirawat melalui kolaborasi, sehingga potensi lokal tidak hanya dikenal, tetapi juga memberi manfaat bagi generasi mendatang.
ANIL












