BERITA UTAMAEkonomi & BisnisPEMERINTAHAN

Investor Asing Minati Industri Garam Sampang, Ketua Umum HIMASA Surabaya Soroti Keterlibatan Petani dalam Ekosistem Produksi

×

Investor Asing Minati Industri Garam Sampang, Ketua Umum HIMASA Surabaya Soroti Keterlibatan Petani dalam Ekosistem Produksi

Share this article

Radartempo.id — Surabaya  Rencana masuknya investasi asing dalam produksi garam di Sampang mendapat perhatian Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Sampang (HIMASA) Surabaya, Rizal Fahmi. Potensi Sampang sebagai sentra produksi garam dinilai sangat besar. Tercatat, lahan tambak garam di wilayah ini sekitar 1.300 hektare. Hal tersebut juga ditopang oleh iklim pesisir di Sampang yang sangat mendukung dalam proses pembuatan garam.

Fahmi menilai keunggulan tersebut menjadi modal yang baik bagi Sampang untuk mengembangkan produksi garam. Selain itu, potensi tersebut perlu didukung oleh penggunaan teknologi, peningkatan produktivitas, akses pasar, dan keterhubungan petani dengan industri.

*Rencana Investor Asing terhadap Industri Garam di Sampang*

Akhir-akhir ini, terdapat beberapa investor asing yang berminat membangun industri garam di wilayah ini. Tercatat, terdapat tiga investor yakni China, UEA, serta investor lokal yang menunjukkan ketertarikan dalam investasi tersebut. Namun, minat tersebut masih dalam proses perencanaan dan penjajakan investasi yang difasilitasi oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Kondisi ini menunjukkan adanya peluang pengembangan industri garam di Sampang, meskipun realisasi investasi masih bergantung pada proses dan keputusan selanjutnya.

*Pelibatan Petani dalam Industrialisasi Harus Menjadi Perhatian*

Adanya ketertarikan asing dalam proyek tersebut merupakan kabar baik bagi produksi garam di Sampang yang selama ini masih terkungkung dalam masalah klasik. Fahmi menyebutkan beberapa masalah tersebut diantaranya; panjangnya jalur distribusi; fluktuasi harga; kurangnya penggunaan teknologi; hingga kualitas garam yang kurang memenuhi standar industri.

Ramai dibaca :  Presiden Prabowo Apresiasi Inovasi di Sektor Pangan dan Energi untuk Perkuat Ketahahan Nasional

Namun, untuk mencapai hal tersebut, keterlibatan petani perlu diperhatikan dalam proses industrialisasi. ”Akan menjadi masalah ketika kehadiran industri tersebut hanya menguntungkan pihak mereka sendiri, dan tidak pada petani. Oleh karena itu, transfer teknologi, ekosistem yang mendukung, efisiensi jalur distribusi, standardisasi harga, dan kepastian pasar perlu diperhatikan”, jelasnya. Dengan demikian, keberadaan industri tersebut tidak hanya menjamin penyerapan garam sebagai bahan mentah, namun menciptakan ekosistem produksi yang lebih luas.

Pada akhirnya, jika industri ini dapat terealisasikan, diharapkan dapat menciptakan hilirisasi sehingga Sampang tidak hanya memproduksi garam mentah, tetapi juga memperoleh nilai tambah atas hasil pengolahan.

 

Moch.fuad

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Konten dilindingi !!