Radartempo.id Jakarta – Polemik komentar Dokter Tamara terkait pasien BPJS berlanjut. Setelah dikabarkan mendapat sanksi pemecatan, kini dokter tersebut juga terancam dilaporkan ke polisi akibat pernyataannya yang dinilai tidak menunjukkan empati terhadap pasien.
Komentar Dokter Tamara yang beredar luas di media sosial memicu reaksi publik. Sejumlah pihak menilai pernyataan tersebut tidak pantas dilontarkan oleh seorang tenaga medis, terlebih menyangkut pasien pengguna layanan BPJS Kesehatan.
Kritik pun mengalir deras. Warganet menilai setiap pasien berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak tanpa adanya perlakuan berbeda berdasarkan status kepesertaan atau kemampuan ekonomi.
Polemik semakin memanas setelah muncul dorongan agar persoalan tersebut tidak hanya diselesaikan secara internal melalui sanksi dari tempatnya bekerja. Dokter Tamara kini disebut berpotensi menghadapi persoalan hukum apabila ada pihak yang secara resmi melaporkan dugaan pelanggaran atas pernyataannya.
Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut etika profesi dan pelayanan publik di sektor kesehatan. Publik berharap kejadian tersebut dapat menjadi evaluasi bagi seluruh tenaga medis agar tetap menjunjung tinggi profesionalisme, etika, serta rasa kemanusiaan dalam memberikan pelayanan kepada setiap pasien.
Hingga kini, belum ada keterangan lebih lanjut terkait tindak lanjut proses hukum maupun tanggapan resmi Dokter Tamara atas polemik yang berkembang.
Bersambung…….???












