BERITA UTAMADaerahHUKRIMTAG

Berbagi di Hari ke-27 Ramadhan, MAKI Jatim Tebar Kehangatan di Jalan Panglima Sudirman

×

Berbagi di Hari ke-27 Ramadhan, MAKI Jatim Tebar Kehangatan di Jalan Panglima Sudirman

Share this article

SURABAYA – Menjelang waktu berbuka di hari ke-27 Ramadhan, Selasa (17/3/2026), suasana di Jalan Panglima Sudirman Surabaya terasa berbeda. Di tengah padatnya arus lalu lintas dan lelahnya aktivitas seharian, hadir seberkas kehangatan dari Tim Takjil MAKI Jatim yang membagikan ratusan paket berbuka puasa.

Dengan penuh keikhlasan, tim menyalurkan 250 paket nasi ayam goreng serundeng lengkap dengan lalapan dan sambal. Tak hanya itu, 250 paket kurma, 250 botol es melon segar dengan irisan blewah, serta 250 paket gorengan berupa lumpia dan tahu bakso turut dibagikan kepada para pengguna jalan dan masyarakat sekitar, tepat di depan Kantor Pemuda Pancasila Surabaya, seberang Hotel Elmi.

Namun lebih dari sekadar angka, yang terasa di lokasi adalah kehangatan hati. Satu per satu tangan terulur, bukan hanya untuk menerima, tapi juga menyampaikan doa. Senyum sederhana dari para penerima—pengemudi ojek online, pekerja harian, hingga warga yang melintas—menjadi pemandangan yang menenangkan.

“Kegiatan ini bukan sekadar berbagi makanan, tapi wujud kepedulian kami kepada sesama, terutama mereka yang masih berada di jalan saat waktu berbuka tiba,” ujar Ketua MAKI Jatim, Heru Satrio.

Ia menambahkan, kebahagiaan justru dirasakan para relawan saat melihat respon masyarakat yang penuh syukur.

“Melihat senyum dan rasa syukur dari masyarakat, itu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami. Di situlah kami merasa apa yang kami lakukan tidak sia-sia,” tambahnya.

Ramai dibaca :  Dukung Ketahanan Pangan, Babinsa Kaweron Bersama Poktan Ngudibogo III Rencanakan Kerja Bakti Irigasi

Menurut Heru, Ramadhan adalah momen terbaik untuk memperkuat rasa empati dan kebersamaan di tengah masyarakat.

“Ramadhan mengajarkan kami untuk terus hadir dan berbagi. Kami berharap, meski sederhana, takjil ini bisa meringankan dan membawa kebahagiaan bagi masyarakat,” tuturnya.

Di ujung senja Ramadhan, ketika langit mulai meredup dan adzan Maghrib tinggal menunggu waktu, kebersamaan itu terasa begitu nyata. Kebaikan sederhana yang dibagikan sore itu menjadi pengingat bahwa kepedulian masih hidup dan tumbuh di tengah masyarakat.

“Kami percaya, kebaikan sekecil apa pun akan selalu punya arti besar bagi yang membutuhkan,” pungkas Heru Satrio.

ANIL

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Konten dilindingi !!