BERITA UTAMADaerahHUKRIMKesehatanTAG

630 Ribu Harapan untuk Guru Madrasah, Senator Lia Istifhama: Ini Tentang Pengabdian yang Akhirnya Dihargai

×

630 Ribu Harapan untuk Guru Madrasah, Senator Lia Istifhama: Ini Tentang Pengabdian yang Akhirnya Dihargai

Share this article

RADARTEMPO.ID Surabaya — Di balik angka 630 ribu formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk guru madrasah yang diajukan Kementerian Agama, tersimpan jutaan doa dan harapan para pendidik yang selama ini mengabdi dalam senyap.

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menyampaikan apresiasi mendalam atas langkah besar tersebut. Baginya, kebijakan ini bukan sekadar soal formasi dan administrasi, melainkan tentang pengakuan negara terhadap dedikasi panjang guru madrasah yang telah puluhan tahun menjaga akhlak dan karakter generasi bangsa.

“Ini bukan hanya angka 630 ribu. Ini tentang pengabdian yang akhirnya dihargai. Tentang para guru yang tetap mengajar dengan penuh cinta, meski sering kali kesejahteraannya belum memadai,” ujar Senator yang akrab disapa Ning Lia.

Menurutnya, guru madrasah adalah penjaga nilai. Di ruang-ruang kelas sederhana, mereka menanamkan adab sebelum ilmu, membimbing anak-anak memahami iman sebelum pengetahuan, serta menanamkan cinta tanah air dalam bingkai keagamaan yang damai.

Namun di balik peran besar itu, tidak sedikit guru madrasah yang bertahun-tahun mengabdi tanpa kepastian status dan jaminan kesejahteraan yang layak.

“Aspirasi mereka selalu sama: ingin diakui, ingin diberi kepastian, ingin merasa bahwa negara benar-benar melihat dan mendengar,” ungkap Lia.

Ia menilai, pengajuan formasi PPPK dalam jumlah besar menjadi sinyal kuat bahwa negara mulai menjawab kegelisahan itu. Bahwa madrasah bukan lagi dipandang sebagai pelengkap, melainkan sebagai bagian utuh dari sistem pendidikan nasional.

Ramai dibaca :  Perkuat Iman dan Kebersamaan, Kodim 0828/Sampang Peringati Isra' Mi’raj 1447 H di Masjid Al-Ikhlas

“Guru madrasah telah menjaga moral generasi bangsa. Kini sudah saatnya negara menjaga kesejahteraan mereka,” tegasnya.

Lia berharap proses pembahasan lintas kementerian berjalan lancar agar kebijakan ini segera terealisasi dan tidak berhenti di meja administrasi. Ia juga menyatakan komitmennya untuk terus mengawal aspirasi guru madrasah, khususnya di Jawa Timur.

“Semoga ini menjadi awal baru. Awal bagi penguatan kualitas pendidikan Islam, sekaligus awal bagi kesejahteraan yang lebih adil bagi guru madrasah di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Anil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Konten dilindingi !!