PERTANIAN

Tebu Bongkar Ratoon Dongkrak Produktivitas hingga 120 Ton per Hektare

×

Tebu Bongkar Ratoon Dongkrak Produktivitas hingga 120 Ton per Hektare

Share this article
Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin bersama jajaran Forkopimda melakukan panen perdana tebu Program Bongkar Ratoon di Desa Bolorejo, Kecamatan Kauman, Rabu (7/10/2026).

TULUNGAGUNG – Pemerintah Kabupaten Tulungagung terus memperkuat komitmennya dalam mendorong penguatan sektor pertanian, khususnya pada komoditas perkebunan tebu. Langkah nyata ini ditandai dengan kehadiran Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, S.M., M.M., yang secara resmi membuka sekaligus memimpin agenda Panen Perdana Tebu Program Bongkar Ratoon Tahun 2025. Kegiatan strategis ini berlangsung di area perkebunan Desa Bolorejo, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung, pada Rabu (7/10/2026).
Mengusung tema utama “Menuju Swasembada Gula Nasional”, agenda panen raya ini sekaligus diselenggarakan dalam rangka memperingati momentum Hari Tani Nasional Tahun 2026. Kehadiran Plt Bupati didampingi langsung oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Tulungagung, Kepala Dinas Pertanian, manajemen Pabrik Gula (PG) Modjopanggoong PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), para penyuluh pertanian, serta perwakilan kelompok tani setempat.

Produktivitas Tebu Melonjak Signifikan

Program bongkar ratoon yang digulirkan oleh pemerintah pusat sejak tahun 2025 ini merupakan langkah peremajaan (replnting) untuk mengganti tanaman tebu tua yang produktivitasnya telah menurun. Melalui pembaruan varietas bibit unggul dan optimalisasi teknik budidaya, program ini terbukti memberikan hasil yang sangat memuaskan pada musim panen 2026.
Di Desa Bolorejo, kegiatan panen perdana dilakukan di atas lahan program bongkar ratoon seluas 4,553 hektare dengan usia tanaman sekitar 12 bulan. Berdasarkan hasil taksasi di lapangan, produktivitas tebu di wilayah tersebut mengalami lonjakan yang sangat drastis.

Ramai dibaca :  Polres Pelabuhan Tanjungperak Ungkap 41 Kasus Narkotika Sepanjang Januari 2026

biasanya hasil panen konvensional dari tanaman tebu tua hanya berkisar di angka 60 ton per hektar. namun melalui program bongkar ratoon dengan penggunaan bibit unggul ini, produktivitasnya mampu melesat tajam mencapai 90 ton per hektar, bahkan di beberapa titik potensinya bisa menyentuh hingga 120 ton per hektar,ungkap GM PG Modjo panggung agus,saat mendampingi jalanya panen.

strategi jangka panjang dan perluasan lahan

Dalam sambutanya,plt Bupati Ahmad baharudin menegaskan bahwa program bongkar ratoon ini bukan sekedar aktifitas membongkar tanaman lama. ini adalah bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah untuk menyejahterakan petani sekaligus memperkuat pasokan bahan baku tebu nasional demi mewujudkan swasembada gula.

kita ganti tanaman tua dengan bibit unggul sehingga hasil panen para petani kita jauh lebih banyak dan nilai rendemenya juga menjadi lebih tinggi.dengan begitu produksi gula otomatis meningkat dan pendapatan bersih yang di Terima petani juga ikut bertambah sejahtera. ujar Ahmad Baharudin. mantan wakil ketua DPRD Tulungagung tersebut juga memaparkan data perkembangan sektor perkebunan tebu daerah pada th 2025,luas aral tanam tebu di kabupaten Tulungagung tercatat sebesar 3.862 hektare dengan total produksi tebu basah mencapai 369.979.60 ton.memasuki tahun 2026 luasan lahan tebu mengalami tren positif dan naik menjadi 4.069 hektare. dari total luasan tersebut,sebanyak 151.48 hektare merupakan lahan yang murni di kelola melalui program bongkar ratoon nasional.secara keseluruhan di wilayah tulungagung,cakupan total program bongkar ratoon tahun ini menyentuh kisaran 500 hektare.pihak PG Modjo panggung dan pemkab tulungagung optimis target tersebut akan tercapai sepenuhnya.bahkan di rencanakan akan kembali mendapat tambahan alokasi perluas lahan ratoon pada tahun anggaran 2027 mendatang.

Ramai dibaca :  Satgas TMMD Reguler Ke-129 Kawal Alat Berat Ratakan Timbunan Jalan Sasaran Fisik

tantangan cuaca dan solusi pompanisasi

kendati mencatatkan hasil panen yang memuaskan,sektor pertanian tebu di tulungagung tidak luput tantangan alam kondisi kemarau kering yang melanda tahun ini diakui menjadi kendala utama bagi sebagian petani petani yang sebenarnya sudah mengantongi bibit unggul siap tanam.namun belum bisa turun ke sawah akibat keterbatasan pasokan air.menyikapi hal tersebut sinergi kuat di tunjukkan oleh PG Modjo panggung PT SGN sebagai bentuk komitmen dan dukungan kemitraan yang berkelanjutan dengan para petani tebu.pihak pabrik gula telah menyalurkan bantuan fasilitas berupa pompa air di titik titik perkebunan yang eawan kekeringan. solusi pompanisasi ini di harapkan dapat menjaga keberlanjutan jadwal tanam baru paska panen agar target swasembada pangan dan gula di tulungagung tetap berjalan sesuai linimasa.acara di tutup dengan prosesi pemotongan barang tebu secara simbolis oleh Plt Bupati Ahmad baharudin bersama jajaran forkopindadi tengah hamparan lahan desa bolorejo.yang mennandahi di mulainya musim tenang dan angkut hasil ratoon 2026 secara masal di wilayah tersebut. (singgih)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Konten dilindingi !!