SURABAYA — Tidak ada perjuangan besar yang lahir dalam waktu singkat. Di balik sebuah bangunan yang berdiri kokoh, selalu ada doa, kerja keras, pengorbanan, serta kebersamaan banyak tangan.
Alhamdulillah, setelah melalui proses panjang, pembangunan Gedung Baru SMP Muhammadiyah 15 Surabaya dan Sport Center PCM Kenjeran akhirnya rampung dan dapat dimanfaatkan.
Capaian tersebut bukan sekadar tentang selesainya sebuah bangunan. Lebih dari itu, hadirnya kedua fasilitas tersebut membawa harapan baru bagi dunia pendidikan, pembinaan generasi muda, olahraga, serta perkembangan Persyarikatan Muhammadiyah di kawasan Kenjeran.
Momentum tersebut semakin istimewa setelah kedua fasilitas itu diresmikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed.
Di balik proses pembangunan tersebut, terdapat sosok Irvandy Andriansyah, S.T., M.T., yang dipercaya sebagai Ketua Pembangunan untuk mengawal proses bersama seluruh tim hingga tuntas.
Bagi Irvandy, amanah tersebut bukan sekadar sebuah tugas kepanitiaan. Ada tanggung jawab yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh.
«“Alhamdulillah, apa yang kita perjuangkan bersama akhirnya berdiri dan dapat kita saksikan hari ini. Ini bukan karya satu orang. Ini adalah karya bersama, hasil dari doa, kerja keras, gotong royong dan kepercayaan banyak pihak.”»
Perjalanan pembangunan tentu tidak selalu berjalan mudah. Ada tantangan yang harus dihadapi, waktu yang harus dikorbankan, serta tenaga dan pikiran yang dicurahkan.
Namun, berbagai proses tersebut menjadi lebih ringan ketika dijalankan dengan semangat kebersamaan dan tujuan yang sama, yakni menghadirkan fasilitas yang dapat memberikan manfaat bagi generasi dan umat.
Irvandy pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari panitia pembangunan, pelaksana, donatur, simpatisan, keluarga besar Muhammadiyah, masyarakat, hingga berbagai pihak yang memberikan dukungan selama proses pembangunan.
Secara khusus, ia menyampaikan terima kasih kepada Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kenjeran atas kepercayaan yang diberikan kepada dirinya bersama tim.
«“Terima kasih kepada PCM Kenjeran atas kepercayaan yang diberikan. Bagi kami, ini adalah amanah sekaligus kehormatan. Semoga apa yang telah kita lakukan bersama menjadi amal jariyah dan membawa manfaat yang panjang.”»
Bangunan Selesai, Perjuangan Berlanjut
Bagi Irvandy, selesainya pembangunan bukanlah akhir dari perjuangan.
Justru, rampungnya bangunan menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar: bagaimana fasilitas tersebut benar-benar hidup dan memberikan manfaat.
Gedung SMP Muhammadiyah 15 Surabaya diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi generasi yang unggul dalam prestasi, berakhlak mulia, terampil, mandiri, serta memiliki semangat berkemajuan.
Sementara Sport Center PCM Kenjeran diharapkan tidak berhenti sebagai fasilitas olahraga. Tempat tersebut diharapkan menjadi ruang pembinaan pemuda, kaderisasi, kreativitas, serta berbagai kegiatan positif bagi warga Muhammadiyah dan masyarakat sekitar.
«“Gedung ini jangan hanya menjadi bangunan yang megah. Gedung ini harus hidup. Harus ada prestasi, ada pembinaan, ada kegiatan anak muda, ada pendidikan, ada dakwah, dan ada kebermanfaatan untuk masyarakat,” tegas Irvandy.»
Harapan itu menjadi bagian penting dari perjalanan setelah pembangunan rampung.
Sebab, pembangunan sejatinya bukan hanya tentang beton, dinding, lantai dan atap. Di balik bangunan tersebut ada masa depan manusia yang akan tumbuh dan berkembang di dalamnya.
Di tempat ini anak-anak akan belajar.
Di tempat ini generasi muda akan berlatih.
Di tempat ini prestasi diharapkan lahir.
Di tempat ini kader-kader Muhammadiyah ditempa.
Dan di tempat ini pula semangat berkemajuan diharapkan terus menyala.
Alhamdulillah, satu amanah telah dituntaskan.
Namun perjalanan belum berhenti.
Bangunan boleh selesai, tetapi semangat harus terus menyala.
Kini, tantangan berikutnya adalah menjaga, menghidupkan, dan memanfaatkan fasilitas tersebut untuk sebesar-besarnya kemajuan pendidikan, Muhammadiyah, dan masyarakat.
Dari amanah menjadi karya.
Dari kebersamaan menjadi kekuatan.
Dari perjuangan menjadi kebermanfaatan.
Terus bergerak. Terus bersinergi. Terus berkemajuan.
Karena hari ini kita membangun gedung, tetapi sesungguhnya kita sedang membangun masa depan.
(Anil)












